Ribka Tjiptaning Kecam Pernyataan Menkes

Ribka

Pernyataan Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek, bahwa vaksin palsu tidak berbahaya, menuai kecaman banyak pihak. Termasuk dari anggota DPR.

“Pernyataan  Menkes itu bentuk ketidakperdulian akan kondisi masyarakat yang sedang resah karena anaknya kemungkinan tidak terlindungi dari berbagai penyakit tertentu,” kata anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, melalui siaran pers yang diterima oleh berdikarionline.com, Rabu (29/6/2016).

Menurut Ribka, Menkes seharusnya tahu bila seseorang tidak mendapat imunisasi dari vaksin palsu  tentu akan dapat tetular penyakit tertentu. Apalagi, vaksin palsu ini sudah beredar selama 13 tahun.

Selain itu, lanjut Ribka, Menkes juga harus tahu ada imunisasi wajib bagi anak diantara usia 0 sampai 9 bulan. Kalau sudah lewat usia tersebut, maka pemberian imunisasi tidak dimungkinkan lagi.

Ribka menuturkan, hingga sekarang Kemenkes belum mengumumkan toko, rumah sakit dan klinik yang turut mengedarkan vaksin palsu tersebut. Akibatnya, masyarakat semakin resah karena tidak tahu anak atau bayinya menggunakan vaksin palsu atau tidak.

“Sungguh saya mengecam pernyataan Menkes ini. saya menyatakan Nilai Moloek adalah Menteri Kesehatan yang tidak cakap dalam menjalankan tugasnya sesuai Tupoksinya ,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Karena itu, Ribka mengusulkan kepada Presiden RI untuk mengevaluasi kinerja Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, seperti dilansir CNN Indonesia, Menkes Nila F Moeloek menyatakan vaksin palsu tidak membahayakan. Kata dia, vaksin palsu tersebut tidak akan menyebabkan kematian lantaran dosis diberikan dalam jumlah kecil.

“Enggak, enggak sampai (meninggal). Karena gini, suntikan dari imunisasi itu hanya setengah sampai satu cc (sentimeter kubik),” kata Nila seperti dikutip CNN Indonesia, Senin (27/6/2016).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut