Ratusan Pemuda Kecam Money Politik Dalam Pemilukada Blitar

SURABAYA: Seratusan massa dari Aliansi Rakyat Melawan Politik Busuk (ARMPB) mendatangi Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (29/7). Mereka mengecam kasus money politik dalam Pemilukada Blitar.

Aksi ini sempat mengalami sedikit kericuhan karena pihak kantor Gubernur menolak menemui perwakilan massa. Situasi mulai mereda setelah pihak Gubernur bersedia menerima sejumlah delegasi massa aksi.

Jino Sujiono, selaku koordinator aksi ini, menuntut agar pihak Gubernur bisa menunda proses pelantikan walikota hasil pemilukada, yaitu pasangan Samanhudi Anwar dan Purnawan Buchori, karena telah berstatus tersangka.

Jino menjelaskan, rakyat Blitar sangat sulit untuk menaruh harapan pada pemerintahan paska pemilukada karena adanya praktik money politik. “jika dalam pemilu saja mereka menggunakan uang, apalagi jika sudah berada dalam kekuasaan,” ujarnya.

Ironisnya, kata dia, pihak pelaksana dan pengawas pemilu seperti KPUD, Panwaslu, dan Gakumdu Polresta Blitar tidak berani mengambil tindakan apapun, meskipun proses money politik terjadi secara terang-terangan di tengah rakyat.

Dalam aksi yang diikuti oleh sejumlah organisasi ini, diantaranya, Forum Peduli Pilkada Bersih, LMND, Komisi Rakyat Pemberantasan Korupsi, Front Mahasiswa Revolusioner, Ratu Adil, SRMI, FNPBI, menggelar aksi teatrikal. Aksi tetrikal itu menggambarkan seseorang kandidat yang membagi-bagikan uang kepada pemilih, namun tidak mendapat teguran dari KPUD dan Panwaslu. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut