Mahasiswa Lampung Serukan Penghentian Konflik Horizontal

Konflik horizontal yang terjadi antara warga desa Negara Nabung, Kecamatan Sukadana, dengan warga desa Taman Cari dan Desa Taman Asri Kecamatan Purbolinggo, di kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mengundang kekhawatiran banyak pihak.

Sejumlah organisasi mahasiswa di Lampung, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirasi Rakyat (GEMPAR), mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan turun tangan dalam mencegah dan menyelesaikan konflik horizontal yang marak di Lampung.

“Pemerintah Provinsi Lampung harus tanggap dalam menangani persoalan konflik horizontal ini karena persoalan ini menimbulkan beragam dampak diakhirnya,” ujar Rismayanti Borthon, salah seorang jubir dari GEMPAR, dalam siaran pers, Selasa (10/2/2015).

Menurut Rismayanti, konflik horizontal di Lampung tidak terlepas dari faktor ekonomi, politik, keamanan, dan budaya. Ia menjelaskan, persoalan ekonomi menjadi pemicu maraknya praktek kriminal, seperti pembegalan dan pengedaran narkoba, di Lampung.

Selain itu, Risma—sapaan akrab dari Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Lampung ini—mengendus adanya kepentingan politik yang turut mengambil keuntungan di balik konflik tersebut.

Selain itu, Risma juga menyoroti soal pergeseran budaya dan adat istiadat dalam masyarakat Lampung akhir-akhir ini. “Masyarakat Lampung yang memiliki adat istiadat yang disebut Piil Pesenggiri, yakni harga diri, yang merupakan falsafah hidup masyarakat atau suku Lampung tersebut dimaknakan sebagai sebuah keakuan yang tinggi dan melenceng dari makna piil pesenggiri yang menjadi cerminan wajah masyarakat Lampung itu sendiri,” terangnya.

Disamping itu, Risma juga menyinggung kelambanan aparat keamanan dalam mengatasi soal pembegalan di Lampung. Menurut dia, pembegalan telah memicu kejenuhan warga sehingga memicu terjadinya aksi main hakim sendiri.

Dalam siaran persnya, GEMPAR juga mendesak Lembaga Adat Lampung berperan secara sinergis dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam mengatasi berbagai konflik horizontal di Lampung.

Mereka juga menghimbau masyarakat Lampung untuk menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan keharmonisan antar suku dan budaya yang ada di Provinsi Lampung.

GEMPAR merupakan gabungan dari LMND, KAMMI, GMNI, KMHDI, FMN, GMKI, SMI, BEM IBI Darmajaya, BEM STAH Lampung, BEM UNILA, UKMBS UBL, STIKIP PGRI, dan ABL.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut