Rakyat Suriah di Aleppo: “Terima Kasih Rusia dan Hizbullah!”

Rakyat Suriah di kota Nubl dan al-Zahra, yang terletak di bagian utara Provinsi Aleppo, mengucapkan terima kasih kepada Rusia, Iran, dan Hizbullah.

Seperti dilansir berita yang tayang di media Rusia Sputniknews (15/2/2016), sebelumnya kota itu jatuh ke tangan Tentara Pembebasan Suriah sejak Juli 2012. Namun, sejak 3 Februari lalu, kota-kota itu kembali ke pangkuan pemerintah Suriah.

Kemudian, beberapa minggu lalu, kota strategis ini juga sempat berada di bawah kendali kelompok jihadis, Front Al-Nusra. Namun, berkat dukungan serangan udara Rusia dan milisi Hizbullah, kota-kota itu kembali direbut oleh Suriah.

Di kota Nubl, warga kota keluar ke jalan-jalan merayakan kemenangan tentara pemerintah dan mengucapkan terima kasih kepada Rusia dan Hizbullah.

“Terima kasih Rusia, terima kasih Hizbullah, terima kasih Iran,” demikian teriakan warga kota seperti diperlihatkan dalam video yang tayang di CNN, Jumat (12/2/2016).

Tidak hanya itu, poster bergambar Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pemimpin Hizbullah terpasang di sejumlah toko, dinding rumah, dan masjid di kota Nubl.

Kota Nubl, dan hampir semua kota di Aleppo, dikuasai oleh tentara pembebasan Suriah (kelompok oposisi) dan militan jihadis selama 3 tahun. Dalam kurung waktu itu, warga hidup dalam tekanan dan ketakutan.

Zolfiqar Ali Jawish, 14 tahun, seorang warga kota Nubl yang bekerja menjual rokok dan permen, mengatakan kepada CNN bahwa kehidupan di bawah kendali tentara oposisi adalah perjuangan.

“Itu sulit. Banyak orang yang jatuh sakit dan anak-anak ketakutan. Tapi setelah beberapa lama kami kehilangan rasa takut,” katanya.

Selain itu, kata dia, warga butuh cukup lama untuk mendapatkan bantuan. Sudah begitu, hampir setiap hari terdengar bunyi tembakan.

Namun, bantuan masih bisa tembus ke kota Nubl. Tentara Suriah kerap mengirim bantuan lewat udara. Berbeda dengan kota Madaya, dimana pemerintah Suriah dituding menelantarkan 40.000-an warganya di tengah kelaparan.

Kini, setelah beberapa minggu kembali di bawah kendali tentara pemerintah Suriah, kota Nubl dan Al-Zahra pelan-pelan mulai hidup kembali. Beberapa kios dan pasar mulai dibuka kembali.

Sebelumnya, Peter Oborne, seorang reporter Daily Mail mengungkapkan kepada BBC bahwa tentara pemerintah Bashar Al-Assad mendapat dukungan luas dan dianggap “orang baik” oleh penduduk Aleppo.

Selain itu, kata Peter, Negara Islam (ISIS), Front Al-Nusra (jaringan Al-Qaeda di Suriah) dan kelompok jihadis lainnya yang disokong oleh barat bertanggung-jawab atas krisis pengungsi, memotong pasokan air, dan mengurangi populasi Aleppo.

Sayangnya, belakangan ini muncul rencana dari Amerika Serikat dan sekutunya, Arab Saudi dan Turki, untuk melancarkan operasi darat ke Suriah. Kendati menggunakan dalih kemanusiaan, tetapi kuat dugaan bahwa serangan darat itu justru untuk melemahkan pemerintahan Bashar Al-Assad.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid