Rakyat Brazil Melawan Upaya Penggulingan Presiden

Jutaan rakyat Brazil turun ke jalan, Rabu (16/12/2015), untuk menentang upaya oposisi sayap kanan mengguling Presiden Dilma Rousseff. Mereka mengutuk tindakan oposisi itu sebagai usaha “kudeta parlementer”.

Aksi massa jutaan rakyat Brazil ini berlangsung di 15 kota besar di Brazil. Aksi ini dimotori oleh Gerakan Petani Tak Bertanah (MST) dan gerakan sosial lainnya di Brazil.

Dalam pernyataan tertulisnya, MST menolak keinginan parlemen yang dimotori oleh Eduardo Cunha untuk memakzulkan Presiden Dilma. ‘Ini adalah aliansi antara media korporat, Globo Network, dengan partai-partai sayap kanan,” tulis MST dalam pernyataan sikapnya.

MST mengibarkan slogan “Fora Cunha” atau “Pecat Cunha”. Organisasi petani ini akan mempertahkan Presiden Dilma dari rongrongan sayap kanan. Kendati demikian, MST tetap akan mengkritik kebijakan Dilma yang merugikan rakyat Brazil.

Sebelumnya, Sentral Gerakan Buruh (CUT) dan Serikat Mahasiswa Nasional (UNE) juga memobilisasi massa untuk menentang upaya pemakzulan Presiden.

Untuk diketahui, Dilma adalah Presiden ke-36 Brazil. Dia menjabat Presiden sejak tahun 2010. Lalu, pada pemilu tahun 2014 lalu, dia kembali terpilih sebagai Presiden. Ia merupakan perempuan pertama yang berhasil mendapat mandat sebagai Presiden.

Selain itu, Dilma adalah politisi Partai Buruh (PT). Lahir di Belo Horizente, tahun 1947, Dilma muda sudah menjadi aktivis pergerakan rakyat. Di bawah kediktatoran, dia menjadi anggota kelompok gerilyawan marxis bernama Komondo Revolusioner Nasional (COLINA).

Lantaran aktivitas politiknya, Dilma pernah dipenjara selama 2 tahun. Setelah keluar penjara, dia bergabung dengan Partai Buruh. Pada tahun 2002, Partai Buruh memenangi pemilu. Pimpinan Partai Buruh saat itu, Lula Da Silva, terpilih sebagai Presiden.

Lula mengubah Brazil secara progressif dan revolusioner. Ia terpilih dua periode. Warisan Lula itulah yang membuat Dilma juga memenangi Pemilu tahun 2010 dan 2014.

Sejak Dilma berkuasa, sayap kanan Brazil yang dimotori oleh Partai Sosial Demokrat Brazil (PSDB). Mereka kerap menggelar protes jalanan untuk merongrong pemerintahan Partai Buruh.

Belakangan, isu penggulingan menguat setelah partai sekutu pemerintah, yakni Partai Gerakan Demokratik Brazil (PDMB), menggalang kekuatan di parlemen untuk memakzulkan Presiden Dilma. Motornya adalah politisi PDMB, Eduardo Cunha.

Pihak oposisi menggunakan laporan Pengadilan Rekening Fenderal, yang juga disebut TCU, bahwa Presiden Dilma telah memanipulasi rekening negara untuk menyamarkan defisit fiskal pada pemilu tahun 2014 lalu.

TCU adalah lembaga otonom negara. Keputusannya tidak mengikat secara hukum dan harus disetujui oleh Kongres Brazil.

Presiden Dilma sendiri belum terbukti melakukan kesalahan. Dan pihak Partai Buruh dan gerakan sosial menuding upaya pemakzulan didorong oleh motif politik.

Tudingan bukan tanpa alasan. Jika Dilma berhasil dimaksulkan, tentu saja Wakil Presiden akan menjabat sementara. Dan itu akan jatuh ke tangan partai kanan PDMB yang tengah menggalang gerakan perlemen untuk pemakzulan ini.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut