Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Chavez

Dua tahun berjuang melawan penyakit kankernya, Presiden Venezuela Hugo Chavez meninggal dunia pada hari Selasa (5/3/2013), sekitar pukul 16.25 waktu setempat.

Kabar meninggalnya Chavez segera tersiar ke seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Di jejaring sosial, khususnya Facebook dan Twitter, tak sedikit masyarakat Indonesia yang mengungkapkan rasa belasukangkawa untuk pemimpin revolusioner itu.

“Ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia sangat merindukan sosok pemimpin seperti Chavez. Maklum, setelah Bung Karno, tidak ada lagi pemimpin yang pro-rakyat dan anti-imperialisme,” kata Staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Alif Kamal, di Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut Alif, dalam beberapa tahun terakhir, ketika Indonesia makin terjerembab dalam kehancuran akibat neoliberalisme, banyak orang Indonesia yang menjadikan Chavez sebagai sumber inspirasi.

“Chavez dianggap sebagai sosok pejuang anti-neolberalisme dan anti-kapitalisme yang konsisten. Di Indonesia, rakyat tidak melihat ada pemimpin politik yang seperti Chavez,” ujar Alif.

Alif juga menambahkan, banyak ide-ide besar Bung Karno, terutama Trisakti, justru dibumikan oleh Chavez di Venezuela. “Venezuela itu sekarang sangat berdikari di bidang ekonomi. Politiknya sangat berdaulat dan demokratis. Chavez juga giat membangkitkan jiwa dan kepribadian bangsa Venezuela,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Alif juga menegaskan, jika di Indonesia cita-cita pasal 33 UUD 1945 dicampakkan oleh penyelenggara negara, justru politik perekonomian Venezuela di bawah pemerintahan Chavez sangat senapas dengan cita-cita pasal 33 UUD 1945.

“Di Venezuela, aset strategis sudah dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyatnya. Bahkan, supaya tercipta demokrasi ekonomi, Chavez mendorong partisipasi rakyat dalam produksi bersama dan self management,” ujar Alif.

Lebih jauh, Alif menambahkan, konsep Bung Karno mengenai tata-dunia baru di bawah  panji-panji New Emerging Forces (NEFO) juga dipraktekkan dengan sangat baik oleh Chavez. “Chavez mendorong integrasi regional Amerika Latin berdasarkan semangat solidaritas dan anti-imperialisme. Itu sangat nyata dalam pembentukan ALBA (Aliansi Bolivarian Untuk Rakyat Amerika latin). Chavez juga bikin Bank Selatan sebagai alternatif IMF dan Bank Dunia,” jelasnya.

Alif yakin, sekalipun Chavez sudah tidak ada, tetapi warisan perjuangannya akan terus berkobar diantara rakyat dan bangsa-bangsa tertindas. “Jasadnya boleh saja mati, tetapi semangat dan ide-ide perjuangannya akan terus hidup sepanjang zaman,” kata Alif.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut