Puerto Rico: Kemenangan Mahasiswa Remukkan Kredibilitas Pemerintah

Senin, 21 Juni 2010 | 13.08 WIB | Gotong Royong

oleh Jesus Davila

Kredibilitas pemerintah dan strateginya diremukkan oleh kemenangan hebat pemogokan mahasiswa yang melumpuhkan seluruh sistem Universitas Puerto Rico dan mengejutkan semua pihak dalam hal penguasaannya di bidang legal dan teknologi, kesiapannya melawan polisi, dan penerapannya terhadap model demokrasi langsung, yang membuat institusi politik nasional terlihat buruk.

Setelah menderita kerugian yang menurut perhitungan pemerintah mencapai $305 juta, dalam pertarungan penuh frustasi melawan mahasiswa, pimpinan universitas harus menerima semua tuntutan ekonomis yang diajukan pemogok. Ia juga terpaksa menunda rencananya yang dirancang pada Januari 2009 di Istana Santa Catalina oleh gubernur yang baru dilantik pada saat itu, Luis Fortuno, yang menghendaki agar pemerintah Puerto Rico dapat mengambil semua kenaikan subsidi federal AS yang seharusnya dinikmati mahasiswa.

“Menang, menang, menang untuk sejarah!” seru ratusan mahasiswa yang datang lepas tengah malam, Kamis dini hari (17/6) di Pusat Pengadilan di San Juan, setelah mengetahui bahwa 9 dari 13 anggota Jajaran Pengurus Universitas Puerto Rico (UPR) telah berbalik melawan Presiden Jajaran Pengurus UPR, Ygri Rivera, untuk mendukung kesepakatan yang dibuat dengan Komite Negosiasi Nasional. Negosiasi intens yang dilakukan dengan bantuan seorang mediator diterapkan oleh Pengadilan pada Jumat lalu, setelah pemerintah untuk terakhir kalinya berupaya menggunakan polisi kerusuhan yang ditakuti dalam menyelesaikan konflik ini yang dicap ilegal oleh pimpinan universitas.

Namun, pada Rabu malam — setelah kalah dalam semua butir-butir ekonomi — pemerintah menerima bahwa mereka “tidak akan menuntut mahasiswa dan anggota komunitas universitas yang, dalam menerapkan hak konstitusionalnya berupa kebebasan berpendapat dan berkumpul, mengambil bagian dalam pemogokan, aksi protes, kerusuhan, pagar betis, atau aktivitas legal lainnya yang berhubungan dan dilakukan di mana pun di dalam Universitas Puerto Rico.” Sebenarnya, bahkan pada kasus yang menimbulkan tuduhan perusakan properti dan aktivitas ilegal lainnya, pemerintah berkomitmen tidak menerapkan hukuman langsung dan mengikuti proses legal yang ketat dalam forum-forum administratif.

Penyebutan “anggota komunitas universitas” secara khusus penting dalam melindungi para profesor dan karyawan lainnya — terutama mereka yang tak memiliki posisi permanen — dari pembatalan kontrak, karena kini mereka akan memiliki alasan yang dapat digunakan untuk mengajukan tuntutan atas pelanggaran hak-hak sipil. Isu ini bersumber pada pemogokan mahasiswa tahun 1973, ketika pemerintah berlanjut memecat 70 profesor pendukung gerakan setelah melakukan negosiasi dengan mahasiswa.

Terkait isu ekonomis yang penting, para pemogok meraih sukses dalam menjamin bahwa mahasiswa yang mendapatkan keringanan SPP akan terus menerima dana yang diberikan oleh AS. Mereka juga berhasil melarang aliansi dengan sektor swasta yang dirancang untuk memprivatisasi kampus-kampus universitas; dan, di atas segalanya, memastikan bahwa tidak akan ada biaya baru yang diterapkan pada Agustus ini, dengan begitu memukul mundur upaya menaikan SPP dengan biaya-biaya baru. Di butir terakhir ini, pemerintah menjelaskan dalam dokumen kesepakatan bahwa “Jajaran Pengurus memandang perlu menetapkan SPP yang akan dimulai Januari 2011,” tapi mahasiswa kemudian memasukkan klausa lain yang memperingatkan bahwa “yang disebut di atas tidak dapat diartikan sebagai penerimaan” terhadap penerapan rencana itu.

Sebenarnya, Gubernur Fortuno menjelaskan di stasiun radio NotiUno bahwa “itulah tepatnya yang akan menjadi solusi,” mengacu pada fakta bahwa mereka akan berupaya menerapkan kenaikan lagi. Gubernur menjelaskan bahwa ia secara pribadi mengusulkan rencana itu dalam suatu pertemuan “16 atau 17 bulan lalu”. Rencana itu begitu spesifik hingga memasukan angka pasti $1.100, padahal pimpinan universitas baru belakangan mengumumkan kenaikan itu.

Argumen utama promosi rencana itu, yang didukung oleh propaganda bernilai jutaan dolar, dirancang untuk meyakinkan orang bahwa UPR diduga memiliki defisit sebesar $200 juta akibat buruknya admistrasi sebelumnya. Namun, sebuah dokumen yang dirilis oleh kepresidenan UPR sendiri menegaskan bahwa UPR hanya memiliki defisit sebesar $20 juta dolar, yang memungkinkan Komite Efisiensi Fiskal untuk mendemonstrasikan bahwa yang terjadi adalah pengurangan yang telah diperhitungkan terhadap ratusan juta dolar dana yang dialokasikan oleh Negara sendiri.

Tapi situasi keuangan UPR yang sesungguhnya, dengan utang sebesar $700 juta yang diperdagangkan di pasar Wall Street, terus menjadi misteri karena kenyataannya pimpinan UPR memilih kehilangan $305 juta daripada membuka pembukuannya kepada para pemogok, agen lisensi negara, atau Pengadilan. Asumsi kerugian ini termasuk $16 juta yang mereka harapkan untuk dapat dikembalikan dengan membatasi keringanan (SPP), $60 juta yang dipungut dari penarikan biaya, dan $4 juta per hari kerugian yang mereka bilang timbul akibat pemogokan.

Bahkan sebelum terjadi kesepakatan akhirnya memenangkan pemogokan mahasiswa ke-12 dalam sejarah UPR sejak berdirinya pada 1903, para mahasiswa telah mulai membersihkan bagian dalam kampus dan bahkan menggunakan traktor untuk memotong rumput. Tapi ketika mereka menyiapkan majelis mahasiswa untuk ratifikasi, pemerintah juga memulai persiapannya, dan Partai Progresif Baru yang sedang berkuasa telah mendiskusikan tindakan-tindakan legislatif yang akan mencegah majelis mahasiswa mendiskusikan atau menyatakan pemogokan lagi di masa depan.

Tampaknya terdapat dua kubu yang akan saling berhadap-hadapan untuk nasib Puerto Rika. Dalam upacara wisuda simbolis yang diorganisir oleh mahasiswa, profesor, dan bahkan beberapa anggota Jajaran Pengurus, para pemogok diberikan gelar kehormatan “warganegara teladan,” dan sepanjang berlangsungnya upacara, Profesor ternama Samuel Silva Gotay memberi mereka selamat karena telah menjalankan “tradisi berabad-abad” yang mengikatkan kewarganegaraan kepada belas kasih, dan menuntut komitmen mereka terhadap “kewarganegaraan seperti itu, jadi kita harus mulai membangun, setiap hari, masa depan dunia, dunia lain yang mungkin dibangun di sini.”

Diterjemahkan dari terjemahan bahasa Inggris di MRZine.monthlyreview.org. Artikel asli dalam bahasa Spanyol, “Puerto Rico: Victoria estudiantil afecta credibilidad del gobierno” diterbitkan oleh NCM-Noticias (San Juan, Puerto Rico) pada 17 Juni 2010.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut