Protes Anggota DPRD Yang Plesiran, Aktivis LMND Diserang Preman

Berniat menyampaikan kritik terhadap anggota DPRD yang pergi plesiran, puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) justru berhadapan dengan preman. Kejadian ini berlangsung saat sekitar 40-an anggota LMND menggelar aksi di kantor DPRD Lampung selatan.

Ketika massa LMND tiba di depan pintu gerbang DPRD, tidak seorang anggota kepolisian yang berjaga seperti biasanya. Karena itu, puluhan anggota LMND ini dengan leluasa masuk ke dalam gedung DPRD.

Namun, ketika para anggota LMND mendekat ke pintu masuk kantor, tiba-tiba puluhan preman muncul dari dalam dan menyerang massa mahasiswa. Massa pun terdorong ke belakang.

Para preman ini kemudian merampas peralatan aksi. Terjadi aksi tarik-menarik antara anggota LMND dan preman. Untuk menghindari bentrokan yang lebih jauh, massa LMND pun memilih bertahan.

Menurut Ketua LMND Lampung Selatan Jaylani, para pelaku penyerangan tiba-tiba muncul dari dalam gedung DPRD dan merampas perangkat aksi. “Mereka tidak memiliki identitas yang jelas,” ujarnya.

Jaylani menduga bahwa aksi premanisme ini sudah lama direnanakan, dan ditujukan untuk membungkam kritisisme massa rakyat terkait kinerja DPRD yang sangat buruk.

Plesiran di tengah kemiskinan

Pada awalnya, anggota LMND ini berencana untuk menggelar aksi dan menyegel pintu masuk gedung DPRD. “Ini merupakan simbol betapa tidak becusnya anggota DPRD dalam mengurus persoalan rakyat,” kata Jaylani.

Ruang anggota DPRD Lampung selatan sedang kosong. Ada yang mengatakan, para anggota DPRD itu sedang melakukan plesiran ke Singapura. “Berkali-kali mereka menyatakan studi-banding, tetapi tidak ada dampaknya bagi warga. Ini bukan studi banding, melainkan plesiran,” tegasnya.

LMND menganggap “plesiran” ini hanya menghambur-hamburkan anggaran. “Plesiran ini hanya menguras uang rakyat. Kenapa mereka pergi plesiran, padahal lampung selatan sedang berhadapan dengan kemiskinan.

“Ada banyak gedung terbengkalai, infrastruktur tidak terjamin, sekolah rusak, dan lain sebagainya. Bahkan APBD Lampung selatan sedang defisit. Kok bisa-bisanya mereka pergi plesiran,” tegas Jaylani.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags:
  • sary mia poespieta

    eah ini Bukan Berita yang tabu lagi di negara kita, tidak hanya di Lampung Selatan saja yang anggota dewan nya pergi meninggalkan kantor dengan alasan studi banding.itu hanya alasan mereka saja padahal sebenarnya itu semua hanya untuk kesenangan mereka semata.ini salah satu cintoh betapa Hancur nya kepemerintahan kita”Indonesia” ini.mereka hanya mencari alasan agar plesiran mereka tidak di ketahui, dengan penghadangan yang di lakukan oleh preman bayaran itu sudah cukup jelas bahwa mereka para anggota tidak ingin ada yang mengusik kesenangan mereka.dan bagi kawan2 mahasiswa marilah terus lanjutkan perjuangan menghentikan penindasan,pembodohan serta hancurkan imperealisme yang bertengger di negeri kita tercinta ini.karena untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian kita harus bersama sama melawan penindasan serta pembodohan yang dilakukan pemerintah agar kita tetap menjadi boneka.HANCURKAN