Presiden Brazil: Brazil Membutuhkan Lebih Banyak Pekerja Perempuan

Presiden Brasil Dilma Rousseff menyatakan pada hari Selasa lalu di sebuah program televisi rakyat bahwa tenaga kerja Brazil membutuhkan lebih banyak perempuan.

“Saya meminta mereka untuk mempekerjakan lebih banyak perempuan, tetapi masih ada sebuah kecenderungan untuk mempekerjakan laki-laki. Namun saya tidak akan menyerah,” kata Rousseff pada sebuah acara televisi di pagi hari yang berjudul “Mais Voce” pada setasiun TV lokal Globo.

Dia berbicara tentang tantangan yang dihadapi perempuan Brasil dan kebijakan pemerintah untuk melibatkan perempuan di dalam pasar tenaga kerja.

Rousseff juga berkomentar tentang kehadiran perempuan dalam posisi pemerintah dan mengatakan ia ingin memiliki lebih banyak menteri perempuan, tetapi ia harus mempertimbangkan sekutu politiknya dalam koalisi pemerintahan.

Sembilan dari 37 menteri dalam kabinet Rousseff adalah perempuan – proporsi tertinggi yang pernah tercantum di negara ini.

Berbicara tentang pengalamannya menjadi presiden, Rousseff menyebut kepresidenannya sevagai “tantangan tiada akhir,” ia menambahkan bahwa setiap hari adalah seperti layaknya mendaki Gunung Everest.

Rousseff juga menjawab pertanyaan dari para penonton, termasuk pertanyaan dari mantan Senator Marina Silva, yang juga bersaing dengannya untuk Presiden pada pemilihan tahun lalu.

Selain itu, Rousseff mengomentari reputasinya sebagai seorang administrator yang lurus, “Sangatlah lucu, bagaimana kita kaum perempuan diharapkan akan rapuh ketika mengambil alih posisi yang tinggi, ia dianggap sebagai keluar dari peran normal.. Saya pikir bahwa sejak sekarang hingga seterusnya, ini akan terlihat sebagai hal yang alamiah, sesuatu yang wajar, ” katanya. (Xinhua)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • agus casyono

    sepakat..harus ada referensi pemerintahan yang berisi 50% perempuan dan 50% lelaki, tapi harus di pertimbangkan lagi soal SDM yang sama dan untuk bersama membela hidup yang layak. Rousselff, terusalah konsoidasikan itu. kami menunggu referensi itu terjadi