PRD Surabaya Refleksi Kemerdekaan

Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Surabaya menggelar acara peringatan dan refleksi Kemerdekaan dengan dialog bersama rakyat miskin yang tergabung dalam Organisasi Wanita Pemberani (Owabra), tadi malam (16/8).

Menurut Sekretaris PRD Surabaya Lutfi Ariansyah, acara ini dimaksudkan untuk memaknai 66 tahun kemerdekaan dalam perspektif rakyat miskin. “Memang betul kita sudah memproklamasikan kemerdekaan sejak 66 tahun lalu. Tetapi, cita-cita kemerdekaan itu belum sepenuhnya terwujud,” kata Lutfi kepada Berdikari Online.

Menurut Lutfi, sebagian besar rakyat Indonesia masih bergelut dengan situasi-situasi yang mirip dengan jaman kolonial, seperti kemiskinan, tanah dirampas, upah murah, dan ketiadaan lapangan pekerjaan.

Selain itu, menurut Lutfi, perekonomian nasional tidak bisa memakmurkan rakyat dikarenakan hampir semua sumber daya alam dan cabang-cabang produksi yang strategis telah dikuasai pihak asing.

Acara ini dihadiri warga miskin, aktivis Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan perwakilan BEM Universitas Wijaya Kusumah (UWK).

Selain diskusi dan pembacaan doa, acara refleksi ini juga disertai dengan testimoni mengenai kemerdekaan oleh para hadirin. Lalu, di penghujung acara, Ketua PRD Surabaya Samirin memotong kue untuk diserahkan kepada perwakilan organisasi Owabra.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: