PRD Lampung: Percepat Pengembalian Tanah Rakyat

Sudah hampir sebulan petani Lampung Tengah menggelar aksi pendudukan di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung. Namun pihak BPN belum juga memenuhi tuntutan petani.

Sementara itu, desakan dari berbagai pihak untuk penyelesaian konflik agraria ini terus mengalir. Partai Rakyat Demokratik (PRD), organisasi yang selama ini menjadi alat perjuangan petani, menuntut agar Gubernur Lampung segera turun tangan untuk menyelesaika persoalan ini.

“KPW PRD Lampung hari ini sudah mengirimkan surat kepada Gubernur Lampung bernomor 005/KPW-PRD Lampung/III/C/IV/2012. kami membantah isi surat BPN RI dan BPN Lampung yang menganggap IUP-B PT. Sahang masih berlaku,” ujar Deputi Politik KPW PRD Lampung, Rakhmad Husein, Jumat (13/4/2012).

PRD sendiri berencana menggelar aksi massa di kantor Gubernur Lampung pada hari selasa minggu depan. “Ini terhalang persoalan birokratisme yang rumit. Padahal, sudah jelas tanah itu harus dikembalika ke petani,” ujar Husein.

Senada dengan itu, desakan penyelesaian konflik agraria juga disuarakan oleh anggota DPD RI asal Lampung, Anang Prihantoro. Menurutnya, proses pengembalian lahan petani Lampung Tengah ini tidak rumit. Apalagi, asal muasal tanah itu memang dimiliki oleh rakyat setempat.

Selain itu, ada pula surat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah yang ditujukan kepada Gubernur Lampung. Isi surat itu membantah klaim BPN Pusat bahwa IUP-B PT. Sahang masih berlaku.

Padahal, IUP-B PT. Sahang atas lahan seluas  seluas 238,0630 Ha itu sudah berakhir. Ini diperkuat dengan keputusan PTUN pada akhir 2011 lalu. Pemkab Lamteng mendesak agar Gubernur segera tim terpadu yang melibatkan BPN Lampung, BPN Lamteng, dan Pemkab Lamteng.

Sampai berita ini diturunkan, petani Lampung Tengah masih menggelar aksi pendudukan di kantor BPN Lampung. Selain itu, 30 orang petani masih menggelar aksi mogok makan.

Para petani mengaku pantang mundur sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

SADDAN CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut