Rakyat Venezuela Peringati Kemenangan Rakyat Melawan Kudeta

Rakyat Venezuela turun ke jalan-jalan kota Caracas, Ibukota Venezuela, untuk memperingati 10 tahun kemenangan rakyat atas kudeta. Peringatan ini diberi nama “Hari Kemenangan Rakyat”.

Ini mengacu pada hari dimana rakyat Venezuela dan militer patriotik berhasil mengembalikan Chavez ke kekuasaan. Sebelumnya, pada 11 April, sayap kanan Venezuela—yang disokong AS—melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Hugo Chavez yang terpilih secara demokratis.

Rakyat Venezuela, dengan sokongan militer progressif, berhasil mengalahkan kudetanya hanya dalam 48 jam. Chavez pun berhasil dikembalikan ke kekuasannya oleh massa rakyat.

Rakyat Venezuela sendiri sudah berkumpul sejak pagi. Mereka berencana berbaris di jalanan menuju istana Miraflores—Istana kepresidenan Venezuela. Di Istana Miraflores, di sebuah balkon yang disebut “balkon Rakyat, massa rakyat akan disambut oleh Presiden Hugo Chavez.

Chavez, yang baru saja menjalani perawatan kesehatan, berteriak “Hidup Rakyat..Viva Venezuela!”. Urdaneta Avenue, sebuah kawasan tempat istana kepresidenan berlokasi, dipenuhi oleh massa rakyat.

“Saya ingin berterima kasih kepada seluruh rakyat Venezuela, Angkatan Bersenjata Bolivarian, Milisi Bolivarian, Dewan Komunal, dan Menteri-Menteri,” kata Chavez dari atas balkon.

Ia mengungkapkan, saat itu oligarki Venezuela dan kekuatan asing bersatu dalam sebuah konspirasi untuk menggulingkan pemerintahan Bolivarian. “Mereka (oposisi) berfikir bisa mengalahkan kami. Akan tetapi, kami membuktikan bahwa rakyat tidak bisa dikalahkan. Tentara dan rakyat tidak dapat dikalahkan,” kata Chavez.

Chavez tidak berbicara banyak. Ia sempat menceritakan kondisi kesehatannya dan berbagai perawatan yang mesti dilaluinya.

Wakil Presiden Eksekutif Venezuela, Elías Jaua Milano, menyampaikan pidato terkait peringatan “Hari Kemenangan Rakyat itu”.

“Hari ini kita telah lebih kuat, lebih sadar, lebih revolusioner, dan lebih Chavistas,” kata Jaua dari atas panggung di Puente Llaguno. Puente Llaguno sendiri salah tempat rakyat dibantai oleh sniper-sniper dari gedung tinggi.

Jaua menegaskan, revolusi Bolivarian akan terus berkembang dan akan memenangkan Chavez dalam pemilu presiden Oktober mendatang.

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 11 April 2002, oposisi Venezuela yang disokong oleh AS melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Hugo Chavez. Padahal, Hugo Chavez adalah presiden yang terpilih secara demokratis pada tahun 1998.

Pemimpin kudeta adalah seorang pengusaha bernama Pedro Carmona. Rakyat, yang tidak menerima kudeta itu, turun ke jalan-jalan dan menggelar protes. Banyak diantara mereka ditembak oleh polisi pro-kudeta.

Tetapi “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan”. Itulah yang terjadi pada 13 April 2002 di Venezuela: rakyat keluar dari gang-gang, pabrik-pabrik, kampus untuk tumpah-ruah di jalan menuntut pengembalian kekuasaan Presiden Chavez. “Chavez, rakyat bersama denganmu,” teriak rakyat yang berbaris di jalanan menuju Istana Presiden.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut