Mahasiswa Malang Tolak Kenaikan Harga BBM

Sedikitnya 400-an orang Mahasiswa yang tergabung  Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) kota Malang menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Senin(17/6). Aksi massa digelar Depan Kantor DPRD Kota Malang.

Menurut Korlap Aksi yang juga Ketua LMND Malang, Emanuello Bataona, kenaikan harga BBM merupakan imbas dari kebijakan energi SBY yang sangat bergantung kepada kapital asing. Dalam urusan eksplorasi migas, kata Emanuel, hampir semuanya diserahkan kepada perusahaan asing. Menurut Emanuel, salah satu bentuk pembohongan publik yang dilakukan rezim SBY terkait kenaikan harga BBM adalah bahwa subsidi BBM sudah membebani APBN.

Padahal, bagi Emanuel, subsidi BBM di APBN tidak begitu besar, yakni hanya Rp Rp193,8 triliun atau sekitar 12%. “Bandingkan dengan anggaran untuk membiayai aparatus negara mencapai 79% dari APBN. Sementara untuk membayar gaji pegawai mencapai 21%,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, salah satu pos yang selalu membebani APBN dari tahun ke tahun adalah pembayaran cicilan utang dan bunganya. Pada APBN 2013, kata dia, pembayaran utang dan bunganya mencapai 21%.

Menjelang sore hari, massa aksi di terima oleh anggota DPRD Malang. Dalam pertemuan tersebut, ada dua fraksi yang tegas menolak kenaikan harga BBM, yakni PDIP dan PKS. Mereka juga bersedia membuat pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Bukti Pernyataan Sikap itu langsung via Faximile ke DPR RI.

Di depan Kantor DPRD Kota Malang, Mahasiswa sempat Membawa teatrikal, yang menggambarkan Bobroknya sistem di Negara ini, yang mana dengan sangat Jelas Pemerintah tidak berpihak Pada rakyat kecil.

Sementara di depan kantor PERTAMINA di Jalan Veteran Malang, Mahasiswa menggelar mimbar bebas berisi seruan agar mahasiswa dan rakyat bersatu untuk menolak kenaikan harga BBM.

Setelah Berdialog dengan Perwakilan dari DPRD Kota Malang, massa aksi kembali melakukan aksi jalan kaki menuju kampus Universitas Negeri Malang. Mereka menenteng spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kenaikan harga BBM dan seruan melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiwa Peduli Rakyat (AMPERA) mengakhiri aksinya di jalan Veteran Kota Malang.

Laporan: LMND Kota Malang

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut