PRD Kendal Peringati Peristiwa 27 Juli 1996

Foto-foto aktivis pro-demokrasi yang diculik atau dihilangkan oleh rezim orde baru. Foto-foto dihamparkan di atas bendera PRD. Ini adalah bagian dari aksi renungan yang digelar oleh PRD Kendal untuk mengenang peristiwa 27 Juli 1996. (foto: Ahmad Misrin)
Foto-foto aktivis pro-demokrasi yang diculik atau dihilangkan oleh rezim orde baru. Foto-foto dihamparkan di atas bendera PRD. Ini adalah bagian dari aksi renungan yang digelar oleh PRD Kendal untuk mengenang peristiwa 27 Juli 1996. (Foto: Ahmad Misrin)

Puluhan pengurus dan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Kendal, Jawa Tengah, menggelar acara renungan untuk mengenang para martir demokrasi ada saat dan pasca peristiwa 27 Juli 1996, Jumat (27/7/2012).

Acara itu berlangsung di jalan perempatan laut Kendal, kira-kira pukul 20.00 WIB. Puluhan lilin dinyalakan sebagai simbol prosesi renungan. Tidak hanya itu, selembar bendera PRD juga dihampar dan diatasnya diletakkan foto-foto aktivis PRD yang dibunuh dan diculik oleh rezim orde baru.

Menurut Ketua PRD Kendal, Ahmad Misrin, acara renungan ini dimaksudkan untuk mengingatkan orang mengenai peristiwa 27 Juli 1996 dan para martir yang gugur pada saat ataupun pasca kejadian itu.

“Kita tahu, pasca penyerbuan kantor DPP PDI itu, rezim orde baru menuding PRD sebagai dalang kerusuhan. Aktivis PRD dikejar-kejar dan ditangkapi. Banyak diantara mereka yang belum jelas nasibnya hingga sekarang,” katanya.

PRD sendiri kehilangan beberapa kadernya. Diantaranya:  Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul dan Bimo Petrus. Selain itu, ada juga puluhan aktivis pro-demokrasi lainnya yang hilang sampai sekarang.

Dalam orasinya, Ahmad Misrin juga mengajak seluruh aktivis PRD dan gerakan rakyat lainnya untuk melanjutkan perjuangan para pejuang demokrasi tersebut. “Kita memang sudah hidup di alam demokrasi. Namun, bukan demokrasi yang begini yang dicita-citakan para pejuang demokrasi itu. Mereka menginginkan kedaulatan rakyat senyata-nyatanya di lapangan ekonomi, politik, dan sosial, budaya,” kata Ahmad Misrin.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut