Politisi Perempuan dari Partai Kiri Hijau Berkuasa di Islandia

Partai Gerakan Kiri Hijau akhirnya menjadi partai berkuasa di Islandia, setelah berhasil membentuk koalisi dengan partai liberal-konservatif Independence Party dan partai kiri tengah Progressive Party.

Koalisi ini sekaligus mengantarkan Ketua Partai Gerakan Kiri Hijau, Katrin Jakobsdottir, menjadi Perdana Menteri negara berpenduduk 340.000 jiwa itu. Katrin akan menjadi Perdana Menteri berkelamin perempuan kedua dalam sejarah politik Islandia.

Katrin, yang baru berumur 41 tahun, dianggap politisi paling jujur dan dipercaya di Islandia. Memang, sejak krisis ekonomi 2008 lalu, Islandia diguncang kasus skandal politik. Dalam hitungan 4 tahun, tiga pemerintahan tumbang di Islandia karena skandal.

“Yang paling penting kita akan mencoba mengubah cara kita bekerjasama,” katanya dalam konferensi pers di Reykjavik, Ibukota Islandia, untuk mengumumkan keputusan Koalisi, Kamis (30/11/2017).

Katrin berjanji pemerintahannya akan berinvestasi besar-besaran untuk sector kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur transportasi publik. Untuk membiayai investasi itu, Partai Kiri Hijau mengusulkan penaikan pajak untuk kaum kaya, real estate, dan industri perikanan.

Dia juga berjanji untuk memperbaiki ekonomi Islandia yang ambruk akibat krisis tahun 2008. Disamping itu, dia berjanji akan memajukan kesetaraan gender dan melindungi hak-hak LGBT.

Katrin lahir di Reykjavík, 1 Februari 1976. Dia berasal dari keluarga penyair dan intelektual terkemuka di Islandia. Sebelum terjun ke politik, dia pernah bekerja sebagai penyiar di kantor berita nasional, RÚV.

Sedangkan partainya, Partai Kiri-Hijau, baru berdiri pada tahun 1999. Partai ini didirikan oleh kelompok kiri dan bekas pecahan dari partai kiri lama Aliansi Rakyat (People Aliance).

Kendati baru, Kiri-Hijau memulai debutnya di pemilu 1999 dengan meraih 9,1 persen suara. Tahun 2009, partai ini turut serta dalam Koalisi Sosial Demokrat dan menjadi partai terbesar ketiga di Islandia.

Kemudian di Pemilu Parlemen pada 28 Oktober lalu, partai Kiri-Hijau berhasil menjadi partai terbesar kedua di Islandia dan memperoleh suara 16.9 persen. Suara terbanyak diraih oleh partai konservatif Independence Partai dengan 25,2 persen.

Aliansi Sosial Demokratik (Social Democratic Alliance) tersungkur ke urutan ketiga dengan perolehan suara 12,1 persen. Partai berhaluan kiri-tengah ini menyatakan diri sebagai oposisi.

Meski berhasil membentuk koalisi, tetapi Partai Kiri Hijau bukan tanpa rintangan. Banyak anggota partai, termasuk dua anggota parlemennya, menolak koalisi dengan partai konservatif.

Kondisi tersebut tentu kurang menguntungkan bagi pemerintahan Katrín Jakobsdóttir yang bersandar penuh pada sokongan partainya.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut