Pidato SBY Bukti Kegagalan Politik Luar Negeri

JAKARTA: Sejumlah aktivis pergerakan menganggap pidato Presiden SBY soal ketegangan dengan Malaysia, yang disampaikan di Markas Besar TNI, di Cilangkap (1/9), merupakan bukti kegagalan politik luar negeri pemerintah.

John Mempi, yang juga jubir Petisi 28, menegaskan bahwa pidato SBY semakin membuat posisi Indonesia terpuruk di mata dunia internasional. “Ingat! Yang menyaksikan pidato Presiden SBY bukan hanya rakyat kita, tetapi juga masyarakat internasional,” ujarnya.

Menurutnya, pidato SBY seharusnya membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotism sebagai bangsa yang besar, bukan menyampaikan seberapa besar investasi Malaysia di Indonesia, seberapa banyak nilai perdagangan Indonesia, dan lain sebagainya.

Sementara itu, aktivis Petisi 28 yang lainnya, Salamuddin Daeng, pemerintahan SBY-Budiono sudah berjalan tanpa konstitusi UUD 1945.

Dia mencontohkan, dalam persoalan mengelola perekonomian nasional, pemerintahan SBY-Budiono malah menerapkan kebijakan liberalisasi ekonomi yang sangat menguntungkan pihak asing.

Karena itulah, menurut Salamuddin Daeng, politik luar negeri SBY sangat bernuansa politik “calo sumber daya alam”, yaitu dengan menyerahkan seluruh potensi kekayaan alam kita kepada investor asing, termasuk kepada Malaysia.

Ini sangat berbahaya, karena menurut Salamudding Daeng, segala sesuatunya akan diukur berdasarkan kepentingan investasi asing, bukan berdasarkan politik luar negeri yang bermartabat dan berdaulat.

“Kalau dengan Malaysia saja kita sudah terkesan bertekuk lutut, bagaimana dengan Amerika?” tanyanya.

Petisi 28 juga menandai berbagai persoalan keterpurukan ekonomi dan politik di dalam negeri akhir-akhir ini. “krisis ekonomi semakin dekat di depan mata. Ini bisa seperti kejadian di tahun 1997,” ujar Gigih Guntoro, salah satu pentolan gerakan mahasiswa “98” yang bergabung petisi 28. (Bin &AN)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • urbanus ola hurek

    kesannya kkelewat santun dan diremehkan bahkan diinjak2 malaysia .. atau takut ?

  • urbanus ola hurek

    terkesan kelewat santun dan berpeluang diremehkan bahkan diinjak-injak malaysia atau takut ?

  • gito

    presiden yang lebai. saya kira beliu sanggat tegas dalam milihat apa yang diperbuat oleh malaysia terhadap indonesia. teryata SBY presiden yang lebih mempertimbangkan Investasi ketimbang Kedaulatan NKRI.
    dan PARTAI DEMOKRAT membela mati2an presiden lebai. lihat saja si Pohan yang tidak bisa membedakan mana presiden yang harus membela NKRI dan mana Tuhan. kenapa karena saya melihat Si Pohan dan si Ruhut sangat mendewakan atau menuhankan si SBY.