Petani Pesisir Barat Lampung Gelar Rapat Akbar

PRD.jpg

Seribuan petani yang tergabung dalam Partai Rakyat Demokratik (PRD) menghadiri Rapat Akbar di Pasar Jumat Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (25/9/2013).

Acara rapat akbar yang berlangsung sejak pagi hari ini, sekitar pukul 09.00 waktu WIB, dihadiri oleh sekretaris Komite Pimpinan Wilayah PRD Lampung, Rahmad. Selain itu, hadir pula Bupati Pesisir Barat Kherlani, Danramil, Kapolres, dan pejabat Muspika.

Acara rapat akbar ini diisi dengan pidato-pidato politik. Sementara spanduk berisi tuntutan petani tertempel di hampir semua dinding ruangan. Selain itu, karena jumlah kursi ruangan yang terbatas, sebagian petani duduk melantai.

Dalam pidato politiknya, Gusti Kadek Artawan menyatakan bahwa rapat akbar ini merupakan upaya konsolidasi ulang para petani korban konflik agraria akibat tanahnya dirampas PT. Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU).

Menurutnya, sejak tahun 2010 lalu, petani bersama dengan PRD telah aktif berjuang untuk merebut kembali haknya. “Beruntunglah perjuangan itu sudah mulai membuahkan hasil. Lahan dan tanaman sawit sudah bisa dinikmati oleh keluarga kita,” ujar Kadek.

Namun, Kadek mengingatkan, kendati kemenangan kecil sudah berhasil diraih, namun persoalan konflik agraria belum tuntas. “Sampai sekarang sertifikat tanah kita masih di tangan perusahaan,” ujarnya.

Menurut aktivis PRD ini, berlarut-larutnya proses pengembalian sertifikat tanah milik petani oleh perusahaan membuat tidak sedikit petani mengalami kejenuhan dalam berjuang. Ia mengajak para petani kembali menyatukan kekuatan untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria dengan PT. KCMU.

Sementara itu, dalam pidatonya Bupati Pesisir Barat Kherlani menyatakan siap membantu penyelesaian konflik agraria antara petani dengan PT. KCMU. Ia berharap PT. KCMU segera mengembalikan sertifikat milik petani.

Namun jika PT. KCMU tidak juga mengembalikan sertifikat, Kherlani menyatakan dukungan bagi petani untuk menyusun sebuah pergerakan untuk merebut haknya tersebut. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten akan mendukung perjuangan petani.

Rapat akbar ini ditutup dengan pembacaan doa dan ramah-tamah. Para petani baru meninggalkan lokasi rapat akbar sekitar pukul 16.00 WIB.

Saddam Cahyo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut