Petani Jambi Akan Datangi Kedubes Inggris Dan Malaysia

Sedikitnya 250-an petani Jambi, yang saat ini sedang menggelar aksi pendudukan di depan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jakarta, sedang bersiap-siap menggelar aksi massa di kantor Kedubes Inggris dan Malaysia.

“Kita akan mendatangi kantor kedutaan kedua negara tersebut karena keterlibatan perusahaan mereka dalam merampas hak-hak rakyat Indonesia, khususnya di Jambi,” kata Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Jambi, Utut Adianto.

Untuk menjelaskan, di kedubes Inggris, petani akan mengecam Pangeran Charles dalam kasus privatisasi hutan di Jambi. Menurutnya, Pangeran Charles melalui PT. Restorasi Ekosistem Indonesia menguasai 49 ribu hektar hutan di Jambi.

“Dengan menggunakan dalih restorasi hutan, mereka menguasai puluhan ribu hektar hutan di Batanghari. Tapi di dalamnya terdapat lahan yang sudah lama dikuasai dan dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani Kunangan Jaya II,” katanya.

Sedangkan di kedubes Malaysia, petani akan mendesak agar negara terus mengingatkan perusahaannya, PT. Asiatic Persada (Wilmar Group), untuk mengembalikan tanah adat milik Suku Anak Dalam (SAD) 113.

Aksi petani akan berakhir di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pihak petani akan mendesak BPN agar segera merealisasikan pengembalian tanah adat milik SAD 113 yang dirampas PT. Asiatic Persada.

3 petani Dilarikan Ke Rumah Sakit

Sementara itu, memasuki hari ke-18 aksi pendudukan petani di depan Kemenhut RI, di Jakarta, 2 orang petani dan 1 orang anak dilarikan ke  Rumah Sakit St Carolus.

Ketiga petani itu adalah Musriyah, usia 40 tahun, yang masuk ke ruang ICU karena kondisi jantungnya tidak stabil. Yang kedua adalah Albertus Situmorang, usia 42 tahun, di rawat di UGD. Yang ketiga adalah seorang anak kecil bernama Andre Muryanto, usia 4 tahun, yang terpaksa diopname karena sakit lambung.

“Kondisi ratusan petani Jambi semakin hari semakin memburuk, tetapi sampai saat ini belum ada itikad baik dari Menhut Zulkifli Hasan untuk mengembalikan tanah rakyat,” ungkap Utut.

Joko Supriadi / Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut