Petani Desak Tiga Perusahaan Angkat Kaki Dari Kabupaten Kepulauan Meranti

PEKANBARU: Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Riau (KPP-STR) mendesak agar tiga perusahaan pengelola hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti, yaitu PT. Sumatera Riang Lestari (SRL), PT. Lestari Unggul Makmur (LUM), dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) , untuk segera angkat kaki karena mayoritas rakyat sudah menentangnya.

Pernyataan ini disampaikan KPP STR melalui siaran pers pada hari Minggu (10/10/10), sekaligus untuk menandai aksi ribuan petani Kabupaten Kepulauan Meranti di kantor Bupati setempat, besok pagi (11/10).

Ketua Umum STR Rinaldi Sutan Sati mengingatkan bahwa pihak DPRD dan Bupati kepulauan Meranti sudah pernah mengeluarkan rekomendasi mengenai peninjauan ulang SK menteri kehutanan dan penghentian sementara operasi ketiga perusahaan yang dimaksud di atas.

Namun, hingga surat rekomendasi itu ditembuskan kepada pihak Gubernur, ketiga perusahaan tersebut masih melakukan operasinya dan tetap leluasa mengeluarkan puluhan ribu ton kayu dari kepulauan tersebut.

Sebaliknya, pada tanggal 8 september lalu, Gubernur Riau malah mengeluarkan  Izin Koredor atau Izin penggarapan kepada PT.RAPP untuk Pulau Padang. “Rusli Zainal selaku guberbur Riau tidak memperhatikan pandangan masyarakat dan mengabaikan rekomendasi dari pemerintah setempat,” kata Rinaldi.

Untuk itu, STR menyatakan dukungan atas keputusan politik pemerintah Kabupaten kepulauan meranti untuk mendesak Menteri Kehutanan segera mencabut ijin yang telah diberikan kepada PT. SRL, PT. LUM, dan PT. RAPP.

STR juga memprotes penangkapan dua petani asal kabupaten kepulauan meranti, yang ditangkap saat membawa kayu di Perairan Kelautan Selat Panjang. “Keduanya bukan pelaku illegal login sebab mengantongi surat-surat keterangan,” katanya.

Terakhir, STR mendesak agar pemerintah kabupaten kepulana meranti membuat sikap politik untuk membuat pernyataan menolak keputusan Gubernur Riau, Rusli Zainal, untuk  pemberian Izin Koredor atau izin penggarapan terhadap Pulau Padang Ke pihak PT. RAPP seluas 34000 hektare. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut