Perlawanan Mahasiswa Chile Masih Terus Berlanjut

Para pemimpin gerakan mahasiswa dan gerakan sosial di Chile menolak proposal yang diajukan oleh pemerintah terkait reformasi sektor pendidikan.

Camilla Vallejo, Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile,  menganggap proposal pemerintah melalui Menteri Pendidikan itu sebagai tindakan setengah hati dan tidak mampu memenuhi tuntutan dasar mahasiswa.

Menurutnya, proposal pemerintah untuk menambah dana sebesar 75 juta USD itu masih dalam kerangka kepentingan pemerintah untuk memprivatisasi sektor pendidikan. “Tuntutan dasar mahasiswa adalah mengembalikan pendidikan sebagai hak universal yang bisa diakses semua orang,” katanya.

Sementara itu, Jaime Gajardo, Presiden Asosiasi Dosen Universitas, mengeritik keputusan Menteri Pendidikan Chile, Joaquin Lavin, yang mengumumkan bahwa liburan musim dingin akan berlangsung lebih awal, dari 28 Juni hingga 13 Juli mendatang.

Liburan awal itu akan berlaku di 206 sekolah tinggi yang berhasil diambil-alih oleh gerakan pelajar di sejumlah kota besar. “Ini adalah upaya untuk melemahkan gerakan protes rakyat untuk membela pendidikan publik,” katanya.

Meskipun ada keputusan liburan, para pelajar berjanji akan terus melakukan pengambil-alihan atau pendudukan sekolah. Mereka juga berjanji akan terus melakukan mobilisasi umum untuk menekan rencana privatisasi pendidikan.

Pada hari selasa (28/6) lalu, polisi mengeluarkan paksa dengan kekerasan ratusan mahasiswa di Alberto Hurtado University. Padahal, para pelajar sudah mengambil-alih kampus ini sejak minggu lalu.

Sebelumnya, para pelajar Chile juga menduduki kantor perusahaan tembaga Codelco, bank sentral negara, dan kantor perwakilan UNICEF di Chile.

Diego Corvalan, jurubicara mahasiswa yang melakukan pendudukan di Codelco, mengatakan bahwa aksi pendudukan di kantor perusahaan tembaga dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa pendidikan di Chile dapat dibiayai dari keuntungan produksi dan pemasaran tembaga.

Sementara Francisco Figueroa, dari Federasi Mahasiswa Universitas Chile, mengatakan akan lebih baik jika pemerintah mengambil-alih perusahaan tembaga. “Kami dapat membiayai reformasi pendidikan dengan ini,” ujarnya.

Kembali Menyerukan Pemogokan Nasional

Sementara itu, Federasi Mahasiswa Chile dan Persatuan Guru/Dosen Chile sedang menyiapkan sebuah pemogokan nasional baru pada hari Kamis (30/6) besok.

Pusat Federasi Buruh (CUT) sudah mengumumkan akan berpartisipasi dalam pemogokan nasional tersebut, dan lebih lanjut menyerukan agar seluruh rakyat terlibat dalam pemogokan nasional pada akhir Agustus mendatang untuk memprotes model neoliberalisme.

Arturo Martinez, presiden CUT, mengatakan bahwa anak-anak dari klas pekerja paling menderita akibat privatisas pendidikan. “Anak-anak klas pekerja harus membayar biaya pendidikan  lebih tinggi,” katanya.

Gerakan kiri di Chile, seperti Partai Komunis Chile dan Partai Alende untuk Sosialisme, menyatakan akan terlibat langsung dalam perlawanan mahasiswa dan rakyat melawan pendidikan yang bertujuan untuk menumpuk laba.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut