Pensiunan Bunuh Diri Picu Protes Sosial Di Yunani

Kebijakan neoliberal, bahkan sistim kapitalisme, terus ditolak di Yunani. Kebijakan penghematan, misalnya, telah membuat marah rakyat Yunani.

Seorang pensiunan berusia 77 melakukan bunuh diri di lapangan Syntagma, di pusat kota Athena, Rabu (4/4/2012). Dimitris Christoulas, nama bapak tua itu, melakukan bunuh diri sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah Yunani memangkas uang pensiun.

Dimitris merupakan seorang pensiunan ahli kimia yang hidup bersama istri dan seorang anak perempuan. Dimitris mengatakan, seperti ditulis dalam surat terakhirnya, kebijakan pemerintah sayap kanan Yunani telah menyebabkan dirinya tidak menerima dana pensiun di hari tuanya.

“Pemerintah telah menghancurkan semua sarana penyambung hidup saya berupa uang pensiun yang saya bayar selama 35 tahun tanpa bantuan apapun dari negara,” tulis Dimitris melalui selembar surat.

Dimitris juga menyamakan keadaan Yunani saat ini dengan situasi saat Yunani diduduki oleh tentara fasisme. Ia memperingatkan bahwa kabinet akan mengalami nasib yang sama dengan pemimpin fasis Benito Mussolini.

Di penghujung suratnya Dimitris menuliskan kata-kata yang sangat menyentuh: “Saya tak melihat cara lain selain kematian terhormat ini, sehingga saya tak perlu mengorek sampah hanya untuk menyambung hidup.”

Kematian Dimitris memicu simpati banyak orang. Rakyat Yunani, yang sejak beberapa tahun terakhir terlibat dalam perang kelas dengan kekuasaan kapitalis, segera tumpah ruah ke jalan-jalan untuk menggelar aksi solidaritas.

Protes Sosial Meluas

Kabar bunuh diri itu segera menyebar luas. Rakyat Yunani menyerukan “Sore Syntagma”. Lebih dari 2000-an orang mendaftar untuk sebuah acara merespon kejadian ini di Facebook.

Sepanjang hari, orang-orang berkumpul di bawah pohong tempat bapak tua itu mengakhiri hidupnya. Sejumlah pengunjung meninggalkan pesan di bawah pohong: “Penghematan membunuh”, “Cukup Sudah Cukup”, “Bukan Bunuh Diri, Tapi Dibunuh”, dan lain-lain.

Ribuan rakyat Yunani berkumpul di lapangan Syntagma, tempat Dimitris mengakhiri hidupnya kemarin. Sejak Rabu malam, massa aksi meneriakkan kecaman terhadap ketidakpedulian pemerintah terhadap nasib rakyat.

Pemrotes yang marah memasang spanduk bertuliskan “Ini adalah pembunuhan, bukan bunuh diri” dan “penghematan yang membunuh”.

Aksi massa ini pun berubah menjadi bentrokan. Polisi menyerang massa aksi dengan gas air mata dan granat kilat. Akhirnya, massa aksi pun membalas dengan melemparkan batu dan molotov ke arah polisi.

Sebelum krisis ekonomi, tingkat bunuh diri di Yunani merupakan terendah di eropa, yakni 2.8 per 100.000 penduduk. Namun sekarang angka ini telah naik dua kali lipat. Polisi melaporkan 200 kasus bunuh diri di tahun 2011-2012.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut