Penolakan Atas Pengadilan Politik Terhadap Dilma Rousseff Membesar

Gerakan sosial dan intelektual, serikat pekerja, para rektor universitas dan institut teknik, serta pengacara menyatakan penolakan mereka terhadap upaya oleh anggota parlemen menuntut Presiden Brasil Dilma Rousseff.

Melalui manifesto, pernyataan-pernyataan, dan persiapan protes, organisasi-organisasi ini dan kelompok professional lain menyatakan dukungan mereka untuk demokrasi dan menolak klaim dari kaum konservatif yang hendak menghentikan mandat Rousseff yang dimulai pada bulan Januari.

Presiden Nasional Sentral Serikat Buruh (CUT), Vagner Freitas, kemarin mengumumkan kesepakatan antara serikat pekerja dan kelompok-kelompok sosial dari berbagai tendensi yang berbeda untuk berbaris bersama-sama pada 16 Desember menghadapi rencana blok reaksioner di Kongres yang ingin memberhentikan presiden.

Kami akan pergi ke jalan-jalan Sao Paulo untuk mempertahankan amanat Presiden, yang berarti kelanjutan dari program sosial dan kemenangan lainnya yang dicapai oleh kaum pekerja dalam 13 tahun terakhir, kata Freitas.

Mobilisasi ini juga bertujuan menuntut pemberhentian Kepala Majelis Perwakilan, Eduardo Cunha, dan akan mengekspresikan penolakan terhadap rencana pemotongan anggaran eksekutif federal yang telah ditambahkan.

Didampingi oleh para pemimpin dari beberapa organisasi Brasil, Freitas mengatakan mereka berharap dapat melakukan mobilisasi terbesar dari sayap kiri Brasil.

Pengadilan politik tanpa dasar hukum, termotivasi oleh alasan oportunistik dan pendendam, adalah sebuah pukulan, kata Carina Vitral, ketua Serikat Mahasiswa Nasional.

Selain gerakan-gerakan ini, rektor dari 41 universitas dan institut menyampaikan surat kepada menteri sekretaris pemerintahan, Ricardo Berzoini, di mana mereka menyatakan dukungan kepada Rousseff dan menolak pembukaan proses peradilan terhadap dirinya.

Berzoini juga menerima pernyataan dukungan kepada Presiden Brasil, yang menyatukan ratusan organisasi sosial, kerakyatan, dan organsiasi perempuan serta partai-partai politik.

Pengacara dan intelektual juga menyebarkan pernyataan secara terpisah di mana upaya kudeta parlemen terhadap Rousseff ditolak. Mereka menuntut penghormatan terhadap demokrasi dan penghentian otoritas Majelis Rendah.

 Diterjemahkan oleh Mardika Putera dari Prensa Latina

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut