Pengungsi Merapi Terancam Kelaparan

Ribuan pengungsi di kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terancam akan mengalami kelaparan.

Mereka kesulitan makanan karena tersendatnya pasokan logistik, keberadaan pengungsi yang tersebar, robohnya sejumlah dapur umum di pengungsian, dan bahan-bahan makanan di dalam tenda turut hancur.

Seperti  dapur umum di posko pengungsi di Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, yang seharusnya melayani 3000-an pengungsi, kini sudah tidak berfungsi lagi.

Sementara di posko pengungsi di Dusun Paten, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, para pengungsi juga terancam kelaparan. Pasokan bahan makanan belum datang hingga siang hari, padahal tempat pengungsian ini tidak mempunyai dapur umum.

Ketika gunung merapi kembali meletus tadi malam, ribuan pengungsi mengalami kepanikan dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Warga meninggalkan tempat pengungsian untuk mencari tempat yang aman.

Pasokan Listrik Terputus

Akibat letusan merapi yang sangat dashyat semalam, pasokan listrik di sebagian besar wilayah di Magelang masih terputus.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya tiang listrik yang roboh. Selain itu, letusan merapi juga menyebabkan pohon dan beberapa baliho juga tumbang.

Sampai siang hari, magelang masih diguyur oleh hujan debu vulkanik.

Akibat hujan debu vulkanik yang terus mengguyur, pihak dinas kesehatan setempat sudah mengeluarkan himbauan agar warga menggunakan masker.

Namun persediaan masker untuk warga sangat terbatas. Para pengungsi sangat membutuhkan bantuan masker untuk mencegah gangguan debu vulkanik terhadap pernapasan mereka.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut