Pengkhianatan Kaum Intelektual

Kemarin, 3 Agustus 2011, sebuah partai baru telah meramaikan kontestasi politik di Indonesia. Partai baru itu bernama Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). Partai berlambang sapu ini akan mengusung Sri Mulyani Indrawati, mantan menteri keuangan RI yang kini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebagai calon presidennya.

Kami sangat mengapresiasi kelahiran partai baru ini. Dengan berdirinya partai baru ini, setidaknya aspirasi politik dari “kelompok abu-abu”, umumnya adalah intelektual dan pejuang HAM, semakin jelas dan berpihak. Ini juga membuat kontestasi politik di Indonesia kian terang polarisasi ideologisnya.

Tetapi ada sesuatu yang menggelitik kami: sebuah pernyataan Rocky Gerung, seorang intelektual dari Universitas Indonesia, bahwa kelahiran partai SRI adalah bentuk kegelisahan para intelektual yang tidak tahan lagi dengan kondisi bangsa ini.

Kami benar-benar tergelitik dengan pernyataan Rocky Gerung itu. Dan, memang betul, sebagian besar inisiator dari partai SRI adalah kaum intelektual seperti Arbi Sanit, Rocky Gerung, Rahman Tolleng, Robertus Robert dan lainnya.

Kami langsung teringat dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI), sebuah partai kecil berorientasi barat dan banyak didukung kaum intelektual. Orang-orang kiri, khususnya PKI, menyebut PSI sebagai sosialis-kanan (Soska). Dalam pemilu demokratis tahun 1955, PSI hanya meraup 753 ribu suara dari total 38 juta pemilih.

PSI kalah telak dalam pemilu 1955. Akan tetapi, sekalipun terbukti sudah kalah dan ide-idenya kurang populer di kalangan rakyat, pentolan-pentolan PSI tetap saja bergerilya untuk mengeliminasi pemerintahan Soekarno. Sejumlah pentolan PSI diketahui mendukung gerakan separatis di daerah, terutama pemberontakan PRRI-Permesta.

Di tahun 1967, kekuasaan Soekarno benar-benar berakhir. Ada banyak studi yang menyimpulkan bahwa pentolan PSI, dengan dukungan barat/CIA, banyak mengambil peran dalam penggulingan Bung Karno ini.

Jauh sebelum kejatuhan Bung Karno, dua pentolan PSI—Sudjatmoko dan Soemitro Djoyohadikusumoh—telah bermain mata dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri kekuasaan Soekarno di Indonesia. Salah satu bentuk kerjasama mesra itu adalah kerja-keras Amerika untuk mendidik sejumlah intelektual Indonesia, agar nantinya mereka bisa mengisi posisi penting dalam pemerintahan pasca Soekarno.

Mereka inilah yang disebut “mafia Barkeley”—istilah yang diperkenalkan oleh David Ransom, seorang penulis kiri Amerika Serikat. Sekalipun benar bahwa tidak semua intelektual itu dididik di Barkeley, tetapi tidak dapat dibantah bahwa intelektual-intelektual itu memang mendapat pendidikan khusus dari barat.

Pada tahun 1967, ketika Soeharto membentuk kabinet pembangunan, ia segera menggunakan mafia barkeley itu. Mafia Berkeley pula yang memimpin “tim Indonesia” dalam pertemuan dengan raksasa korporasi barat di Jenewa, dimana sebagian besar kekayaan alam Indonesia dilego untuk perusahaan-perusahaan imperialis itu.

Mafia Berkeley bertanggung jawab atas kerusakan bangsa sejak jaman Soeharto hingga sekarang. Mereka juga harus bertanggung jawab atas kenyataan bahwa sebagian besar sumber daya alam dan perekonomian nasional telah dicaplok asing. Merekalah yang patut menanggung dosa atas eksploitasi Freeport di Papua, Newmont di Nusa Tenggara dan Sulawesi, INCO di Sulawesi, Exxon Mobile, dan lain sebagainya.

Mafia Berkeley terus mendidik generasi barunya. Kwik Kian Gie pernah menyebut beberapa nama baru penerus “Mafia Berkeley”, diantaranya: Prof. Widjojo Nitisastro, Prof Emil Salim, Sri Mulyani, dan Budiono. Mereka-mereka itu masih mengambil banyak peran dalam mengarahkan ekonomi Indonesia pasca reformasi ke arah liberalisme.

Kami merasa, dari uraian panjang di atas, kegelisahan Rocky Gerung terhadap situasi sekarang adalah sebuah penipuan. Kalaupun Rocky Gerung dan rekan-rekan intelektualnya gelisah, maka kegelisahan mereka adalah meluasnya sentimen anti-imperialisme dan anti-kolonialisme di Indonesia.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dodedo

    Jiah?haha!…ndang baliyo sri ndang baliyo….wakakakakakakkakakakakka
    Kegelisahan adalah sebuah keniscayaan, pembohongan dan pembodohan….pengen dapat jatah kue nikmat negeri ini adalah tujuan utama terbentuknya sebuah partai di negeri ini…tak terkecuali SRI….

  • Usmar

    Mungkin yang di maksud Membentuk Kabinet Pembangunan di tahun 1967 itu adalah Soeharto bukan lagi eranya Soekarno ???!!!

  • alex

    kerusakan sebuah bangsa adalah akibat pertarungan intelektual yang mempunyai kemapuan memanipulasi kesadaran rakyat, moga aja rakyat indonesia sudah menguasai dan memperoleh pendidikan politik sehigga tidak ikut arus dengan kepentingan intelektuak (Mafia Berkeley).

  • Harry

    Artikel yang sangat tidak intelek…kalau memang SMI & boediono antek amerika, seharusnya mereka menolong negri paman sam tsb untuk bisa lolos dari krisis…pikir bung!

  • admin

    Kalau pertolongan langsung, mungkin tidak nampak ya. Tetapi, dengan membuka pintu liberalisasi (investasi dan perdagangan)di Indonesia, maka SMI dan Budiono sebetulnya sudah membantu mengatasi krisis over-invetasi dan over-produksi di AS.

    Tks

  • wong marhaen

    kata seorang kawan: ciri-ciri soska adalah menjujung tinggi humanisme tapi takut kehilangan imperialisme. hehehe

  • dian

    yah biarin orang bakal bilang apa yg pntng saya bkl milih partai ini drpada partai lain yg pnuh kepalsuan,politik kotor..
    org awam sperti saya jg pgen adanya perubahan di negeri ini.
    saya percaya bu Ani bkn neolib dan antek amerika.
    maju terus bu Ani dan pak rocky..

  • Bang P M

    Indonesia itu peanut, kacang! dibanding AS Indonesia itu gak ada apa2nya. investasi & ekspor AS di/ke Indonesia cuma “nol koma” persen dari total invest dan ekspor mereka. ngaca bung!

  • Percik

    Anda itu yang harus ngaca. Bagaimana Freeport bisa besar kalo tidak ada Papua? Bagaimana Gap, Nike, Adiddas, dll., bisa akumulasi untung besar kalo gak ada buruh murah di pinggiran Jakarta? Kalo mau bicara baca dulu yang benar, dan berpikir jujur! Jangan asal ngulek pake dengkul!

  • Semangatpembebasan

    …ini tulisan ngawur dan goblok…,, ,anda sangat melecehkan sossok sutan syahrir…”orang kecil” yang sangat ”besar” .. pendiri republik ini…yang sangat diakui dunia…, ,melihat pemikiran dan sepak terjang syahrir….sukarno sangat cemen dan kecil bung…!!!!

  • Universalcinta

    …hatta dan syahrir udah dipenjara di jantung kolonial di kota den haag….sukarno masih sibuk pacaran sama anaknya cokroaminoto yang berujung hamil diluar nikah bung…, ,anda sangat melecehkan pemikiran besar sutan syahrir…pendiri republik yang mati ditahan oleh negara yang dia ikut mendirikannya…, fuck diktator tai kucing…!!!!

  • Semangatpembebasan

    …sampai sekarang soedjatmoko masih mendidik anak-anak muda lewat warisan yang dia tinggalkan…di bentara budaya- balai soedjatmoko…di kota solo… 

  • xiaoshou

    anda sangat melecehkan pemikiran besar sutan syahrir…pendiri republik
    yang mati ditahan oleh negara yang dia ikut mendirikannya…, fuck
    diktator tai kucing…!!!!lunettes de soleil pas cher