Pemilu Venezuela: Menang Besar, Maduro Jadi Presiden Venezuela Lagi

Calon Presiden petahana yang diusung oleh koalisi kiri Great Patriotic Pole (GPP), Nicolas Maduro, memenangi Pemilihan Presiden Venezuela yang digelar pada hari Minggu (20/5/2018).

Maduro mendapat 5,8 juta suara atau 67,7 persen. Sedangkan penantang terkuatnya, Henri Falcón, mendapat 1,8 juta suara atau 21,1 persen. Tempat ketiga diduduki oleh Javier Bertucci, seorang pastor Evangelis dan penguasaha, dengan 10,8 persen suara.

“Kami adalah kekuatan sejarah yang berubah menjadi kemenangan rakyat,” kata Nicolas Maduro di hadapan ribuan pendukungnya, Minggu (20/5) malam.

Dia berterima kepada rakyat Venezuela yang telah memberikan dukungan pada dirinya. Dia meminta agar dunia internasional menghargai suara rakyat Venezuela.

“Kita sudah menghadapi banyak agresi dan kebohongan, terima kasih sudah mengatasinya, dan terima kasih telah menunjuk saya sebagai Presiden selanjutnya. Hargailah suara rakyat Venezuela,” katanya.

Dia menegaskan, sebagai Presiden hasil pemilu, dia adalah Presiden bagi seluruh rakyat Venezuela. Karena itu, dia menjanjikan dialog permanen dengan berbagai sektor masyarakat Venezuela, termasuk oposisi.

Maduro menegaskan dirinya sebagai “pemerintahan jalanan”, yang siap bekerja keras untuk memulihkan kondisi ekonomi Venezuela melalui pembangunan model ekonomi baru yang melibatkan semua sektor sosial Venezuela, termasuk kaum miskin dan kelas pekerja.

Meski menang besar, perolehan suara Maduro di pemilu ini menurun dibanding pemilu Presiden 2013. Saat itu dia berhasil meraih 7,5 juta suara.

Tingkat partisipasi pemilih juga sangat rendah, yakni hanya 8,5 juta pemilih dari 20,5 juta rakyat Venezuela yang terdaftar sebagai pemilih. Artinya, jumlah pemilih yang berpartisipasi dalam Pemilu Venezuela tidak mencapai 50 persen.

Sebelumnya, kelompok oposisi terbesar di Venezuela, Democratic Unity Roundtable (MUD), memboikot pemilu ini sesuai seruan dan keinginan Amerika Serikat. Jauh hari sebelum Pemilu, AS dan Uni Eropa menyatakan menolak pemilu.

Namun, secara umum, pemilu Venezuela berlangsung aman dan damai. Pemantau internasional, termasuk mantan Presiden Spanyol José Luis Rodríguez Zapatero, turut memantau pelaksanaan pemilu ini.

Henri Falcón sendiri menolak hasil pemilu yang dianggapnya “tidak sah”. Dia menyerukan Pemilu Presiden ulang pada Oktober mendatang.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut