Pemilu Swedia: Meskipun Menang, Aliansi Pemerintah Gagal Raih Mayoritas Di Parlemen

STOCKHOLM: Aliansi partai tengah-kanan pendukung pemerintah memenangkan pemilu yang digelar pada hari Minggu kemarin (19/9), dengan perolehan suara 49,3%, namun kekurangan tiga kursi untuk mencapai mayoritas di parlemen, yaitu 175 kursi dari 349 kursi yang diperebutkan.

Namun, hasil ini masih merupakan perolehan awal dari 5.668 distrik, seperti yang disiarkan oleh stasiun TV Swedia, STV.

“Ini adalah kemenangan bersejarah, kami lebih besar dari tahun 2006. Kami memiliki “gap” 15% dengan partai Sosial Demokrat saat itu, dan sekarang hanya kurang dari 1% dari mereka,” ujar Perdana Menteri dan sekaligus ketua Partai Moderat, setelah mengetahui partainya memenangkan 30% dari total suara.

Kekuatan oposisi dari Blok Merah-Hijau (Red-Green Block) mendapatkan suara sebesar 43,6% dengan 157 kursi di parlemen. Partai Sosial Demokrat mendapatkan suara sebanyak 30,9% dan tetap menjadi kekuatan politik terbesar di Swedia.

“Kami mendapat sedikit buruk di pemilihan, tetapi itu bukan sebuah akhir, tetapi ini hanya sebuah permulaan bagi kami,” kata Mona Sahlin, pemimpin Partai Sosial Demokrat, kepada seluruh anggota partainya. Selama kampanye, Mona Sahlin berulangkali mendapatkan serangan dari media mainstream.

Dia juga mengatakan, bahwa di sini tidak ada pemenang dalam pemilu karena pemerintah berhadapan dengan situasi minoritas di parlemen.

Johan Sommansson, seorang pengamat politik di Swedia, dalam sebuah catatan menyebut pemilu ini sebagai “sebuah malapetaka”. Menurutnya, ada dua hal dalam gambaran pemilu kali ini, yaitu, pertama, konsolidasi dari proses dekonstruksi model negara kesejahteraan Swedia, dan kedua, masuknya ke dalam arena parlemen gerakan ultra-kanan xenophobic yang berakar dalam gerakan NAZI.

Hasil lain menunjukkan bahwa Partai Demokratik Swedia, yang ultra kanan dan berakar dalam gerakan Nazi, mendapatkan 5,7% suara untuk mempertahankan posisi mereka di parlemen dengan 20 kursi.

Meskipun begitu, hampir semua partai politik lainnya di Swedia menolak bekerjasama dengan partai ini, karena sangat nasionalis kanan dan menentang kaum imigran.

Siamak Shoukri, seorang insinyur listrik berusia 52 tahun, yang pindah dari Irak ke Swedia, menyatakan bahwa krisis keuangan telah memicu permusuhan dengan kaum imigran.

“Setiap kali ada krisis, pengangguran, pengangguran massal…mereka percaya bahwa pendatang asing yang menyebabkan hal ini,” kata Shoukri, yang mengaku telah memilih Partai Kiri kepada AP.

Partai kiri memenangkan suara yang hampir sama dengan tahun 2006. Tetapi sejak jumlah pemilih dan partisipasi pemilih telah meningkat, persentasenya telah menurun dari 5,8% menjadi 5,6% dibanding tahun 2006.

Sementara Partai Tengah memenangkan 6,6%, Liberal 7,1%, dan Kristen Demokrat dengan 5,6%.

Pemilihan mencatat, bahwa meskipun aliansi pemerintah akan memerintah secara minoritas, tetapi Perdana Menteri Reinfeldt menjadi pemimpin Partai Moderat pertama yang berhasil masuk dua kali periode dalam 80 tahun terakhir sejarah Swedia, dimana Partai Sosial Demokrat selalu menjadi kekuatan dominan.

Berbicara kepada STV, Reinfeldt menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha menjalin kerjasama dengan partai Hijau (green) untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Tetapi pemimpin Partai Hijau, Maria Wetterstrand, mengatakan, partainya akan terus bekerjasama dengan Partai Sosial Demokrat dan Partai Kiri, bukan dengan aliansi Kanan-Tengah.

“Kami tidak dapat mendukung kebijakan mereka. Mereka tidak punya kebijakan mengenai perubahan iklim,” kata Wetterstrand, yang mengklaim sebuah keberhasilan besar bagi anggota partainya yang bergerak kekuatan ketiga terbesar dengan 7,2% suara.

Aliansi pemerintah merupakan gabungan dari Partai Moderat, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Reinfeldt, Partai Tengah, Partai Liberal, dan Partai Kristen Demokrat.

Sementara Aliansi Hijau-Merah (Red-Green) terdiri dari Partai Sosialis Demokrat, yang dipimpin oleh pemimpin perempuan, Mona Sahlin, Partai Hijau dan Partai Kiri Swedia.

Hasil akhir pemilu akan diumumkan pada hari Rabu mendatang. (Dari berbagai sumber, Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut