Pemilu Republik Ceko Dan Kebangkitan Kiri

Tanggal 25 dan 26 Oktober lalu, Republik Ceko menggelar pemilihan parlemen. Hasilnya cukup mencengangkan. Perolehan suara partai-partai tradisional sangat merosot. Sementara partai kiri, yakni partai Komunis, meningkat sangat tajam.

Lantaran itu, pers-pers Ceko yang dikuasai oleh para ‘baron pers’ mulai bersuara nyaring tentang “ancaman merah”. Kaum komunis, yang kehilangan kekuasaan sejak tahun 1990 oleh Revolusi Velvet-nya Vaclav Havel, kembali mengendap-endap di jalan menuju kekuasaan.

Ada empat kesimpulan yang bisa ditarik dari pemilu parlemen Ceko baru-baru ini. Pertama, partai-partai sayap kanan yang berkuasa sejak tahun 2010 lalu terjungkal. Penyebab utama kejatuhan mereka adalah praktek korupsi yang berlangsung massif. Mereka juga dianggap arsitek dari kehancuran ekonomi. Partai Demokratik Civic (ODS), yang turut didirikan oleh Václav Havel, menderita kekalahan paling parah: turun dari 20,22% suara (53 kursi) menjadi 7,72% (16 kursi). Partai pebinis yang sangat liberal, “TOP 9”, yang dipimpin oleh Prince Karl Schwarzenberg, mengalami penurunan suara dari 16,7% menjadi 11,99%. Sementara partai Urusan Publik (VV) tidak bertarung dalam pemilu parlemen karena didera pertikaian internal.

Kedua, partai dominan lainnya, yakni Partai Sosial Demokratik Republik Ceko (CCSD), juga mengalami penurunan signifikan. Kendati partai ini memerangkan posisi sebagai oposisi saat ini. Suara mereka turun dari 22,08% (2010) menjadi 20,45% (sekarang).

Ketiga, munculnya partai-partai populis baru, yang mengobarkan kampanye populisme dan janji memerangi korupsi, seperti Fajar Demokrasi Langsung (UPD/USVIT) dan Aksi Warga Yang Tidak Puas (disingkat ANO–dalam bahasa Inggris berarti YES). UPD yang dipimpin oleh seorang miliarder keturunan Jepang, Tomio Okamura, mendapatkan 6,88% suara. Sedangkan ANO dipimpin oleh seorang super-kaya di Ceko, Andrej Babis, mendapatkan suara 18,7% suara.

Babis adalah seorang pengusaha kaya di sektor agro-pangan. Dia mengontrol dua koran nasional ternama di Republik Ceko. Majalah Forbes menempatkan dirinya di urutan 736 terkaya di dunia. Di Republik Ceko, Babis tercatat sebagai orang terkaya kedua. Ia menawarkan janji melawan korupsi dalam kampanyenya. Ia juga menentang kebijakan penghematan, yang dipaksakan oleh Troika (IMF, Bank Sentral Eropa, dan Uni Eropa). Menurutnya, kebijakan tersebut membunuh inisiatif kewirausahaan.

Keempat, partai komunis Bohemia dan Moravia (KCSM) meraih suara signifikan, yakni 15%. Pada pemilu 2010 lalu, mereka hanya mendapat suara 11, 2%. Kenaikan suara kali ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sejak 10 tahun terakhir. Komunis menjadi kekuatan politik ketiga terbesar di Republik Ceko saat ini.

Yang menarik, selain di ibukota Praha, distribusi geografis suara partai komunis rata-rata di atas 10%. Di wilayah Timur, seperti Morovia dan Silesia, mereka bisa menembus 17%. Di Usti nad Labem, komunis meraih suara 20,3%.

Di pemilu regional tahun 2012 lalu, partai komunis juga menempati urutan kedua. Mereka hanya kalah dari Partai Sosial Demokrat. Bahkan, mereka berhasil menaklukkan wilayah Usti nad Labem.

Banyak yang bilang, kemajuan yang dicapai oleh Komunis ini tidak terlepas dari konsistensi mereka membela kebijakan pro-layanan publik (anti-privatisasi), membela hak pensiun, dan pajak progressif untuk memastikan redistribusi kekayaan dari elit-bisnis ke kalangan rakyat banyak.

Namun, hasil pemilu parlemen Republik Ceko ini masih menyisakan ketidakpastian. Di satu sisi, ada kekhawatiran besar dari kelompok politik tradisional terhadap bangkitnya komunis. Mereka khawatir komunis bisa kembali mengetuk pintu kekuasaan.

Di sisi lain, partai sosial demokrat (CCSD) selaku peraih suara terbesar kesulitan untuk membangun koalisi. Jika mereka membentuk pemerintahan sendiri, dengan dukungan partai komunis, mereka hanya menguasai 83 kursi dari 200 kursi parlemen. Situasi ini tidak memungkinkan berjalannya pemerintahan.

Partai ANO, yang dipimpin oleh milyarder Andrej Babis, menjadi faktor penentu. Namun, partai ini sudah menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan kiri. Mereka tidak suka dengan Sosial-Demokrat dan Komunis. Mereka membenci kebijakan pajak progressif dan redistribusi kekayaan.

Namun, bagi partai komunis, keadaan ini tidaklah begitu menyandera mereka. Dengan hasil pemilu terakhir, partai komunis makin percaya diri untuk menempatkan diri sebagai sayap-kiri radikal yang mengambil keuntungan dari ketidakpuasan kaum pekerja dan rakyat miskin Republik Ceko terhadap pemerintahan sayap kanan.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut