Pelaku Pembantaian Di Norwegia Merasa Tidak Bersalah

Anders Behring Breivik, tersangka pengeboman di kota Oslo dan pembantaian di Pulau Utoya, merasa tidak bersalah dengan tindakannya. Hal itu diungkapkan oleh pengacara Brievik, Geir Lippestad, kepada wartawan di Norwegia.

“Dia berfikir bahwa sangat mengerikan melakukan tindakan itu, tetapi di kepalanya hal itu sangat diperlukan,” kata Lippestad.

Menurut Lippestad, Breivik menganggap tindakannya sebagai permulaan dari sebuah revolusi dalam masyarakat Norwegia untuk mengalahkan kebijakan imigrasi yang liberal dan mencegah penyebaran islam.

Sehingga, kemungkinan besar jika Breivik diajukan ke pengadilan, senin (25/7), maka ia akan mengakui perbuatannya tetapi merasa tidak bersalah dan tidak melakukan tindakan kriminal.

Untuk diketahui, setelah melakukan peledakan bom di kota Oslo, Breivik kembali melakukan pembantaian di pulau Utoya. Sedikitnya 93 orang tewas di tangan pemuda pengikut gerakan rasialis ini.

Sementara itu, kendati Breivik mengaku bertindak sendirian, tetapi Polisi sedang menyelidiki adakah pihak yang membantunya selama serangan. Seorang saksi penembakan di pulau Utoya membeberkan bahwa pelaku penembakan melebihi satu orang.

Polisi juga akan menginvestigasi adanya keterkaitan antara Brievik dengan berbagai organisasi sayap kanan ekstremis di eropa.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut