Pelajar Toraja Tuntut Perbaikan Jalan Raya

Puluhan pelajar yang tergabung dalam Serikat Pelajar Toraja (SPT) menggelar aksi massa di kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja, Rabu (23/7/2014).

Dalam aksinya para pelajar ini memprotes rusaknya sejumlah jalan raya di kabupaten tanah toraja. Menurut mereka, kerusakan tersebut telah menghambat aktivitas masyarakat.

“Banyak jalan yang berlubang-lubang. Kondisinya sudah parah. Bahkan sering menelan korban jiwa. Tetapi pemerintah daerah kelihatannya diam-diam saja,” ujar koordinator aksi, Rudolf.

Menurut Rudolf, yang cukup tragis, sebagian besar jalan yang rusak di Tana Toraja adalah jalan poros Provinsi. Kendati hal itu merupakan tanggung-jawab pemerintah provinsi, tapi menurut Rudolf, Pemda Tana Toraja tidak bisa tinggal diam.

“Bila kita bandingkan kondisi jalan di Tana Toraja dengan Toraja Utara. Jalan di Toraja utara sangat mulus. Padahal, Toraja Utara itu merupakan kabupaten baru,” ungkapnya.

Dalam aksinya, massa aksi SPT mendesak pemerintah dan DPRD Toraja tidak mendiamkan persoalan tersebut. “DPRD Kabupaten Tana Toraja dan Pemda harus Mendesak DPRD Provinsi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera memperbaiki jalan poros yang sudah rusak mulai dari Salubarani sampai ke Rantelemo,” demikian tuntutnya.

Dalam aksi tersebut, massa aksi SPT diterima berdialog oleh dua anggota DPRD, yakni Yosephina Palamba (Golkar) dan Yohanes Linting (PDIP). Keduanya menjanjikan akan menyampaikan tuntutan massa aksi ke Pemda Tana Toraja dan Pemprov Sulsel.

Jens Batara Marewa

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut