Pedagang Pasar Baru Wua-Wua Menolak Relokasi

Ratusan pedagang pasar menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi yang dicanangkan pemerintah pasca terbakarnya pasar baru Wua-Wua.

Aksi protes ini dilancarkan di gedung DPRD kota Kendari (8/12). Meski merupakan aksi damai, tetapi pihak pedagang dan polisi sempat terlibat dorong-dorongan di depan pagar kantor DPRD kendari.

Ketegangan baru berakhir setelah Ketua DPRD bersedia keluar untuk menemui massa dan mendengar tuntutan mereka. Selain melakukan orasi-orasi secara bergantian, massa juga membacakan pernyataan sikap di hadapan pimpinan DPRD.

Setelah menyampaikan tuntutannya di kantor DPRD, ratusan pedagang ini bergerak dan melanjutkan aksinya ke kantor Walikota Kendari. Akan tetapi, niat mereka untuk bertemu dengan sang walikota kandas, karena pihak Walikota tidak bersedia menemui para pedagang.

Tidak terima dengan sikap bupati, para pedagang pun bergerak menuju lokasi pasar relokasi dengan maksud melakukan pemboikotan. Akan tetapi, ratusan anggota kepolisian lebih dahulu telah memblokir kawasan tersebut.

Aksi para pedagang ini mendapatkan sokongan dari aktivis mahasiswa, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Ketua PRD Sultra Badaruddin menegaskan bahwa pihak pedagang bukannya mengharamkan relokasi, tetapi pihaknya menginginkan adanya sebuah MOU yang jelas dan bisa menjamin hak-hak pedagang di lokasi baru.

“Kalau mau di pindah, maka pemerintah harus menjamin adanya fasilitas memadai di lokasi yang baru, seperti listrik, air bersih, sarana ibadah, dan tempat pembuangan sampah,” kata Badar menegaskan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut