Pameran Seni Anti Kediktatoran Di Santiago

Presiden Chile, Salvador Allende, bertahan di Istana Kepresidenan,  La Moneda Palace, ketika militer sudah memborbardir tempat tersebut, 11 September 1973.

Bangsa Chile punya pengalaman sangat pahit selama puluhan tahun di bawah kediktatoran militer. Itu terjadi sepanjang tahun 1973 hingga tahun 1990 (17 tahun). Tak hanya mengalami represi, teror, dan kehilangan kemerdekaan, tetapi bangsa Chile juga kehilangan Presiden tercinta, Salvador Allende.

Bangsa Chile sangat berharap kejadian itu tak berulang lagi. Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan “ingatan” akan kejadian itu. Mungkin, seperti dikatakan Milan Kundera, “perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa.”

Karena itu, di mulai tanggal 26 Juni lalu, yang juga hari lahir Salvador Allende, seniman-seniman Chile menggelar pameran mengutuk kediktatoran Jenderal Pinochet. Pameran itu direncanakan akan berlangsung hingga 11 September mendatang. Ini sekaligus untuk mengenang 40 tahun kudeta militer terhadap pemerintahan sosialis Salvador Allende.

Pameran itu digelar di Museum de la Solidaridad de Salvador Allende di Santiago. Lebih dari 100 karya internasional menghadiri pameran bertajuk “Kesadaran Kolektif Perlawanan” tersebut. Karya-karya itu bercerita tentang represi brutal di bawah rezim diktator.

Marisa de Martini, Direktur Komunikasi Museum Salvador Allende, mengatakan, “pameran ini tidak hanya relevan bagi Chile yang pernah hidup di bawah kediktatoran, tetapi siapapun yang ingin mengetahui situasi di bawah kediktatoran dan represi yang dihasilkannya.”

“Ini adalah simbolisasi yang dapat diadaptasi untuk keadaan serupa lainnya,” ujar Martini. “Setiap kediktatoran, setiap peperangan, mungkin diwakili oleh hal yang sama seperti ini. Ini universal,” tambahnya.

Dalam pameran ini, para seniman berusaha menciptakan karya yang berusaha mengajak orang merasakan luka yang diakibatkan oleh pemasungan demokrasi dan represi. Karena itu, hampir semua karya berusaha mewakili kemampuan pembuatnya mengalami rasa sakit dan trauma.

Meski fokusnya tentang kediktatoran di Chile, tetapi pameran ini juga terbuka bagi seniman dari Spanyol, Meksiko, Inggris, dan Polandia.

Tanggal 11 September 1973, militer Chile dibawah pimpinan Jenderal Augusto Pinochet melancarkan kudeta. Begitu berkuasa, kediktatoran Pinochet melakukan pembantaian, penyiksaan, penculikan, penghilangan paksa. Data resmi menunjukkan, diktator kejam itu menyebabkan 3.095 orang dibunuh, 28 ribu orang disiksa, dan 1200 orang hilang tanpa jejak.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut