Palestina: Pendudukan Harus Dilawan Dengan Senjata Bukan Negosiasi

DAMASKUS: Sedikitnya 4000 orang pengungsi Palestina berdemonstrasi di kamp pengunsi Yarmouk, dekat Damaskus, untuk melawan perundingan langsung antara otoritas nasional Palestina (PNA) dan Israel, Jumat (3/8).

Para demonstran berbaris di jalanan Yarmouk, melambaikan bendera nasional palestina, dan meneriakkan slogan-slogan untuk mengakhiri pendudukan Israel di tanah Palestina.

Mereka membawa spanduk besar, yang isinya mengutuk “perundingan menyerah”, di tengah ribuan massa yang mengutuk sikap otoritas Palestina karena menerima perundingan langsung dengan Israel dibawah scenario Amerika Serikat.

Pemimpin demonstrasi menyampaikan sejumlah pidato di tengah aksi, yang mana mereka menekankan bahwa pembicaraan langsung antara otoritas Palestina dan Israel membawa konsekuensi buruk bagi kepentingan rakyat Palestina, termasuk hak para pengungsi yang dipaksa meninggalkan negerinya sejak perang tahun 1948 dan 1967.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan Perdana Menteri Palestina Mahmoud Abbas bertemu di Washington, Kamis (2/9), untuk memulai kembali perundingan langsung setelah absen 20 bulan.

Berbagai partai politik di Palestina dan gerakan rakyat menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tanggung jawab atas kebijakan “yahudisasi” Israel di Yerussalem, perluasan pemukiman, penyitaan tanah Palestina, dan berlanjutnya pengepungan yang tidak manusiawi di Gaza.

Demonstrasi ini bertepatan dengan hari peringatan “ pendudukan Yerussalem” yang dilakukan tiap tahunnya di kamp-kamp pengunsi di seluruh Suriah, pada minggu-minggu terakhir bulan Ramadhan.

Kecaman Oposisi

Sementara itu, perwakilan 13 kelompok bersenjata di Palestina bersepakat membuat target serangan bersama di wilayah Israel, sebagai upaya menggagalkan pertemuan antara otoritas Palestina dan Isreal di Washington, karena dianggap tidak penting.

Organisasi-organisasi perlawanan, termasuk di dalamnya kelompok perlawanan Islam (Hamas), berjanji akan menyerang zionis Israel pada setiap saat dan semua tempat, dan memperingatkan bahwa “semua pilihan akan terbuka”.

Hamas, yang mengontrol Gaza dan sangat kuat menentang group Al-Fatah (yang sementara ini bernegosiasi dengan Israel), mengkaim bertanggung jawab atas dua serangan di wilayah Tepi barat minggu ini, dan melukai empat orang zionis Israel dan melukai dua lainnya.

Lawan Pendudukan Dengan Senjata Bukan Dengan Negosiasi

Sebagian besar rakyat Palestina mengatakan, bahwa “pendudukan harus dilawan dengan senjata, bukan dengan negosiasi.” Ini menjadi slogan utama dalam aksi-aksi demonstrasi di berbagai tempat paska ibadah Jumat. Ini juga disuarakan warga Palestina di Syiria.

Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejat menyebut pembicaraan perdamaian ini akan sia-sia dan mengalami kegagalan.

Mahmoud ahmadinejat, yang dikenal berdiri di belakang rakyat Palestina, menyerukan agar rakyat Palestina tetap melanjutkan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

“Nasib Palestina akan diputuskan di Palestina lewat perlawanan, dan bukan di Washington,” kata Ahmadinejad.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut