Oposisi Luas Terhadap Reformasi Pensiun Sarkozy

PARIS: Sedikitnya 3 juta orang pekerja kembali turun ke jalan-jalan di seluruh Perancis guna mengekspresikan penolakan luas terhadap rencana reformasi pensiun Presiden Sarkozy, yang direncakan akan diajukan ke parlemen pekan mendatang.

Bernard Thibaul, pemimpin serikat buruh CGT, mengatakan bahwa, meskipun demonstrasi hari ini hampir sama dengan demonstrasi tanggal 23 september, namun ada perluasan gerakan dan partisipasi orang-orang baru, yang telah membuktikan bahwa ada ketidakpuasan populer di kalangan kaum pekerja.

“Jika pemerintah tetap bersikeras pada pendiriannya, maka jangan salahkan jika demonstrasi akan mengambil bentuk lain,” tegasnya.

Sebelum ini, versi pemerintah berusaha mendiskreditkan aksi para pekerja ini, dengan menyebutkan bahwa kemampuan mobilisasi telah menurun drastis dan “kehilangan uap”.

Namun, serikat buruh menganggap prediksi pemerintah sebagai sesuatu yang selalu mendistorsi “kenyataan” dan selalu gagal.

Di Nantes, dilaporkan bahwa 90.000 orang turut berbaris di jalan-jalan menentang reformasi pensiun. Di tempat lain, di Saint-Nazaire, sedikitnya 20.000 orang berpartisipasi dalam protes.

Laporan lainnya menyebutkan, di Lorient ada 25.000, 12.000 di Vannes, 10.000 di Lannion, dan 3500 di Pontivy. Sementara 125.000 demonstran berbaris di Toulouse, 11.000 di Beziers, 12.ooo di Reims, dan 10.000 di Bourgoin.

Mobilisasi Oposisi Meluas

Serikat buruh CGT, serikat buruh yang dekat dengan partai komunis, menuliskan jumlah mobilisasi mencapai 3 juta orang. Sementara serikat buruh besar lainnya, French Democratic Confederation of Labour (CFDT) mencatat jumlah mobilisasi mencapai 2,9 juta orang.

Dengan angka itu, sebetulnya tidak berbeda jauh dengan jumlah mobilisasi yang pernah menggoyang pemerintahan atau krisis politik di Perancis, misalnya protes besar 1995 dan 2003 ( masing-masing 2,2 juta dan 2 juta), dan protes CPE di tahun 2006 (3 juta).

Artinya, jika pemerintah tetap keras kepala untuk tidak mendengar aspirasi para pekerja ini, maka gerakan mobilisasi bisa berkembang menjadi ancaman atas keberlangsungan rejim Sarkozy. “Kami akan menjaga kekuatan dan dukungan dari rakyat,” kata Francois Chereque, Sekretaris Jenderal CFDT. Sementara, Sekjend CGT Bernard Thibaul mengungkapkan, “kami tidak akan mundur.”

Sementara serikat pekerja menganggap demonstrasi Sabtu ini berjalan sukses, pihak pemerintah menganggap bahwa protes telah “menguap”. Tetapi ini bukan soal perdebatan angka, melainkan soal menghitung imbangan kekuatan sekarang ini.

Namun, diluar apa yang disadari pemerintah, gerakan protes telah berkembang luas dan mengakar kuat. Ini bisa dilihat dari survey yang baru saja diluncurkan, bahwa 70% rakyat Perancis menentang kenaikan usia pensiun. Dan, apa yang sangat menggembirakan, protes ini semakin ramai dengan kaum perempuan dan anak muda yang berbaris.

Di Marseille, sebuah kota yang sangat penting, gerakan perlawanan telah menyatukan berbagai kekuatan sosial, seperti pekerja kantin sekolah, sindikat FSU, CGT, UNSA dan CFTC.

Bukan tidak mungkin, apabila Sarkozy tidak mengurunkan niatnya, maka gerakan protes kelas pekerja ini akan keluar jalur dan menghancurkan masa depan rejim ini.

Reformasi pensiun merupakan scenario umum pemerintahan negara-negara eropa untuk membebankan krisis kepada pekerja. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut