Namanya Viral, Inilah Sosok Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila

Hari-hari belakangan ini, nama seorang pemuda di Pasuruan, Jawa Timur, tiba-tiba viral di media sosial. Setelah foto album kelulusan sebuah kampus yang memuat namanya di-“screenshot” orang, lalu disebarkan di media sosial.

Di situ namanya tertulis: Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila Spd. Disertai dengan dengan alamat, tanggal lahir dan judul skripsi.

Ini “Screenshot” Profil Ganyang di album kelulusan Universitas Negeri Malang yang viral di media sosial.

Ganyang, begitu pemuda ini disapa, lahir pada 1 Oktober 1992 di Pasuruan, Jawa Timur. Kelahirannya bertepatan dengan tanggal yang dikeramatkan oleh Orde Baru, yaitu 1 Oktober dan diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Alumnus Universitas Negeri Malang ini sekarang berprofesi sebagai pengajar di sebuah sekolah di kota Pasuruan. Selain mengajar, Ganyang juga aktif di Posko Menangkan Pancasila Kota Pasuruan. Beberapa kali, dia bersama kawan-kawannya di Posko Menangkan Pancasila Pasuruan membuat kegiatan kegiatan berisi edukasi tentang Pancasila.

Posko Menangkan Pancasila sendiri adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) bersama sejumlah organisasi sosial, untuk menghadirkan Pancasila di tengah-tengah rakyat Indonesia.

Muhammad Ramadhan, Kordinator Posko Menangkan Pancasila Jawa Timur, membenarkan bahwa Ganyang memang aktif di Posko Menangkan Pancasila.

“Betul, dia kawan kita. Aktif di posko menangkan pancasila kota pasuruan,” katanya kepada berdikarionline.com.

Kepada berdikarionline.com, Ganyang menceritakan, ayahnya berprofesi sebagai guru sejarah. Karena kecintannya pada Pancasila, sang ayah memberi nama anaknya: Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila. Konon, sang ayah sangat khawatir demokrasi Pancasila mati digerus oleh liberalisme.

“Makanya ayah ngasih saya nama Ganyang Penghalang Demokrasi Pancasila. Ayah sangat tidak suka dengan liberalisme yang mulai menghancurkan semangat pancasila. Liberalisme dianggap ayah sebagai musuh Pancasila yang harus di ganyang,” ungkapnya.

Selain dirinya, saudaranya yang lain juga menyandang nama yang unik. Kakanya diberi nama Bela Nusa Bangsa. Sedangkan adiknya diberi nama Bara Tegak Keadilan.

Semasa kuliah, Ganyang aktif berorganisasi. Dia juga sering membaca buku sejarah dan filsafat. Dia juga mengidolakan sosok Sukarno dan ajaran marhaenismenya. Sekitar pertengahan tahun 2017, dia mulai berkenalan dengan Posko Menangkan Pancasila.

Di mata dia, Pancasila hari ini telah tergerus oleh liberalisme, baik dalam ekonomi maupun politik. Karena itu, dia menganggap Posko Menangkan Pancasila bisa menjadi alat untuk menghidupkan kembali Pancasila di tengah kehidupan berbangsa.

Selain itu, dengan pengabdiannya sebagai seorang guru, dia berharap bisa menanamkan ideologi Pancasila kepada anak didiknya, yang notabene akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Hendraven Saragih

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut