Migrant Centre: Gaji Kartika Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Pasangan suami istri Hongkong, Tai Chi-wai (42) dan Catherine Au Yuk-shan (41), yang terlibat penyiksaan buruh migran asal Indonesia, dijatuhi hukuman penjara setelah menyiksa, memukuli, dan melecehkan buruh migran asal Indonesia.

Namun, keputusan pengadilan tersebut belum berarti akhir dari semua masalah. “Gaji Kartika sebagai buruh migran selama dua tahun hingga sekarang belum dibayar. Ini harus menjadi tanggung-jawab pemerintah,” kata Ketua Migrant Center Hong Kong, Tri Sugito, di Hongkong, Jumat (20/9/2013). Migrant Centre adalah organisasi yang didirikan Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP atau Relawan Jokowi).

Lebih jauh lagi, Tri Sugito menganggap persoalan Kartika sebagai kesalahan pemerintah Indonesia. Menurutnya, banyaknya buruh migran dari Indonesia menunjukkan kegagalan pemerintah menciptakan lapangan kerja.

Sementara Laeli, seorang buruh migran Indonesia, menganggap persoalan Kartika bukan hanya kasus penganiayaan atau  tidak dibayarnya gaji migran, tetapi ini juga soal hak asasi manusia. Namun demikian, ia memuji penegakan hukum di Hong Kong yang tidak pandang bulu.

Sementara itu, Rahayu, buruh migran Indonesia lainnya, menganggap kasus Kartika hanya salah satu kasus penyiksaan buruh migran Indonesia yang terungkap ke publik. “Masih banyak kasus lain yang ditutupi melalui permainan perusahaan agensi,” tegasnya.

Kartika Puspitasari, 30 tahun, mulai bekerja di keluarga Tai Chai-wai dan Chaterine Au Yuk-shan sejak Juli 2010. Ia mulai menerima perlakuan kekerasaan dan penganiayaan dari majikannya sejak bulan Oktober 2010 hingga Oktober 2012.

Di hadapan pengadilan Kartika mengaku dia pernah dipukul dengan rantai sepeda. Majikannya juga pernah menyetrika wajah dan tangannya.

Kartika menambahkan, dia juga dipaksa mengenakan popok dan diikat ke kursi tanpa makanan dan minuman selama lima hari ketika majikan dan anak-anaknya berlibur ke Thailand.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut