‘Menggenderkan’ Kebijakan G-20

Kelompok perempuan yang tergabung dalam W20 atau Women 20 berharap bisa mempengaruhi resolusi-resolusi yang akan diambil dalam pertemuan para pemimpin Negara G-20.

“W20 berharap bisa menggenderkan kebijakan ekonomi makro, keuangan, perbankan atau kebijakan pembangunan umum lainnya,” kata anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari, melalui siaran pers, Selasa (12/7/2016).

Menurut Eva, kendati baru berumur 3 tahun, W20 berharap bisa berperan efektif sebagai pelobi (lobbyist) atau bahkan menjadi kelompok penekan (pressure group) agar bisa mempengaruhi resolusi-resolusi dalam pertemuan pemimpin G20.

Selama ini, lanjut Eva, kebijakan G20  kurang merespon isu ketimpangan ekonomi, kemiskinan, ataupun isu pembangunan berkelanjutan yang kental berwajah perempuan.

“Hal ini dikonfirmasi oleh adanya data gender gap terkait ketenagakerjaan, infrastruktur, pendidikan dan lain-lain,” tegas Eva.

Eva Sundari menambahkan, W20 harus menyusun aksi agar isu pertumbuhan berkualitas yang sudah jadi komitmen para pemimpin G20 tidak  menjadi sekedar retorika.

Claudia Grobe Legee dari Asosiassi Business Women Germany dan Wakil Ketua W20 mengingatkan supaya W20 fokus di beberapa prioritas saja supaya bisa masuk ke concern utama para pemimpin G20 yang fokus ke pertumbuhan ekonomi.

Isu ini bisa jadi agenda politik W20 sekaligus untuk alat monitoring dan evaluasi para pemimpin G20. Ini juga harusnya menjadi agenda kerja kaukus-kaukus perempuan, termasuk di Indonesia, karena tidak ada strategi pemberdayaan perempuan yang lebih efektif dari pemberdayaan ekonomi.

Untuk diketahui, Eva Sundari menghadiri Konferensi Empowering Women for Economic Growth: the Smart Choice for G20 yang diselenggarakan oleh Chatham House, sebuah lembaga think tank di London.

Konferensi yang diselenggarakan di London tgl 11-12 Juli 2016 itudihadiri 56 peserta terdiri politisi, akademia, kalangan business dan aktivis perempuan dari 20 negara anggota G20.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut