Suku Manbait Kembali Reklaiming Tanah Adatnya

Ratusan anggota keluarga besar suku Manbait-Otepah melakukan pemasangan papan pengumuman di atas lokasi 225 hektar yang diklaim oleh PT Sasando di desa Kuimasi, kecamatan Fatuleu, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/7/2016).

Tanah yang diklaim oleh PT Sasando itu merupakan tanah ulayat milik suku Manbait-Otepah. Tanah tersebut diserahkan secara diam-diam oleh Pemerintah Provinsi NTT kepada PT Sasando pada tahun 1983.

Warga suku Manbait-Otepah bersama dengan aktivis Aliansi Kedaulatan Rakyat atas Tanah langsung memasang papan pengumuman bertuliskan: “Tanah ulayat suku manbait-otepah (Alm. Thertius Bait) Luas: 225 Ha, Jumlah KK: 1.175 kepala keluarga.”

Menurut Koordinator Aliansi Kedaulatan Rakyat atas Tanah Antonius Afeanpah, pemasangan papan pengumuman itu merupakan bentuk aksi reklaiming lanjutan sekaligus pengumuman terbuka soal hak adat Suku Manbait atas tanah tersebut.

“Harus ada identitas tertulis yang dapat dilihat dan dibaca oleh masyarakat umum sehingga pengakuan terhadap masyarakat adat kembali ditumbuhkan dalam benak publik,” jelas Antonius.

Selain itu, kata Antonius, di lokasi itu akan dibangun Rumah Budaya yang mengumpulkan artefak kebudayaan Timor.

Proses pemasangan papan pengumuman itu berjalan lancar. Tidak ada gangguan dari pihak manapun. Warga Suku Manbait berharap, jika ada pihak yang tidak setuju dengan klaim itu bisa membuktikan klaimnya sendiri.

Ira Sobeukum

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut