Masyarakat Peduli Pendidikan Surabaya Tuntut Ujian Nasional Dihapus

Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) menggelar aksi massa di kantor Walikota Surabaya, Selasa (23/4). Mereka menuntut agar pelaksanaan Ujia Nasional (UN) segera ditiadakan.

Dengan mengusung sejumlah bendera merah-putih, poster, spanduk, massa FMPP menyerukan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhamad Nuh, segera dicopot dari jabatannya.

“Pelaksaan UN yang berbiaya besar, yakni Rp 600 milyar, hanyalah proses pemboroan uang negara. Buktinya, pelaksanaan UN juga kacau-balau,” kata Hasanuddin, koordiantor aksi FMPP saat berorasi di depan kantor Walikota.

Menurut Hasanuddin, selain memboroskan uang negara, praktek pelaksaan UN juga menjadi lahan subur bagi praktek korupsi. Bayangkan, katanya, anggaran untuk pencetakan dan distribusi soal UN saja sudah mencapai  Rp 94,9 miliar.

Selain itu, Hasanuddin mengatakan, alih-alih menjadikan kualitas pendidkan, UN malah membuat anak-anak didik mengalami stress berat dan tekanan psikologis luar biasa.

“Dengan menjadikan UN tolak ukur utama kelulusan, anak-anak pun berpikir harus bisa lolos UN. Segala macam cara pun dipakai, seperti menghapal, nyontek, dan mencari bocoran soal,” katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, FMPP secara tegas meminta agar pelaksanaan UN ditiadakan. Mereka juga menuntut agar Mendikbub M Nuh segera dicopot dari jabatannya.

Setelah berorasi cukup lama, massa aksi FMPP diminta mengirimkan delegasi untuk berdialog dengan pihak Pemkot. Sayang, keinginan FMPP untuk berdialog langsung dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, tidak tercapai karena yang bersangkutan tidak ada di tempat. Mereka pun hanya berdialog dengan Asisten I Walikota Surabaya dan Kepala Kesbangpol Surabaya.

Koalisi FMPP merupakan gabungan dari sejumlah organisasi, seperti SAKERA, FORUM KALIMAS, PRD, LMND, SRMI, SAWUNGGALING, SANGGAR TE’PITU, LP. PUSURA, OPSI, KGB, PKL KIDI.

Kamaruddin Koto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut