Mahasiswa Unwira Kupang Tolak Kenaikan Harga BBM

Sekitar 200-an mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Widya Mandira menggelar aksi massa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Rabu (28/3/2012). Mereka menggelar aksinya di kantor DPRD Nusa Tenggara Timur.

Mahasiswa memulai aksinya sekitar pukul 09.00 WIB di depan kampusnya. Setelah itu, mahasiswa berjalan kaki menuju kantor DPRD. Dalam orasinya, mahasiswa menuntut pemerintah segera membatalkan rencana kenaikan harga BBM.

“Kenaikan harga BBM bukan solusi mengatasi defisit APBN. Ada cara lain untuk mengatasi defisit APBN, seperti mengurangi belanja birokrasi dan moratorium pembayaran utang luar negeri,” kata koordinator aksi, Andrey Umbu Sunga, saat berorasi.

Di perjalanan, mahasiswa sempat singgah berorasi di depan SPBU Naikoten Kupang dan menggelar aksi teatrikal di perempatan Mapolda NTT.

Setelah itu, mahasiswa melanjutkan aksinya menuju kantor DPRD. Namun, setibanya di depan kantor DPRD, mahasiswa diperhadapkan dengan barikade ratusan polisi dan satpol PP.

Karena tidak diperbolehkan masuk ke halaman DPRD, mahasiswa pun mendesak agar pihak DPRD keluar menemui mereka. Akhirnya, setelah menunggu sekitar 1 jam, seorang anggota DPRD keluar menemui massa aksi.

Dalam seruan politiknya, mahasiswa Unwira menuntut agar tata-kelola energi dikembalikan sesuai dengan pasal 33 UUD 1945.

MANUEL ALBERTO MAIA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut