Mahasiswa Mogok Makan Untuk Menuntut Pembebasan Petani

Perjuangan mahasiswa Bima terus berlanjut. Hari ini (3/3/2011), puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ANARKI) Bima, Nusa Tenggara Barat, melakukan aksi tutup mulut dan mogok makan di depan Polres Bima.

Massa aksi bergerak dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Bima sejak pukul 10.00 WIB, lalu melakukan long march menuju kantor Polres Kota Bima. Disepanjang jalan yang dilalui massa membagikan selebaran, yang berisi seruan kepada massa untuk mendukung perjuangan petani.

Sesampainya di kantor Polres, mahasiswa membangun tenda untuk mogok makan. Mereka menggunakan lakban hitam untuk menutup mulutnya. Mahasiswa menuntut tanggung jawab kepolisian atas repsesi terhadap petani di Lambu dan Parado.

Peserta mogok makan adalah perwakilan setiap organisasi, yaitu: Sarifudin, Bimbim, dan Udin (LMND); Kely Jois dan Jufran (SMI), Dita dan Gobin (KSP). Mereka berencana melakukan aksi mogok makan selama tiga hari. “Kami bisa saja menggelar aksi mogok makan ini hingga para petani dibebaskan,” ujar Bimbim.

Besok, menurut rencana, aksi mogok makan ini akan mendapat tambahan dukungan dari gerakan mahasiswa yang lain. Mereka berencana melakukan aksi teatrikal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • agus casyono

    apakah di sana SRMInya gak di konsolidasikan, whay?