Long March Petani Jambi: Dua Orang Petani Jatuh Sakit

Dua orang petani peserta aksi jalan kaki (long march) 1000 km, Ramin (43 tahun) dan Toyib (40 tahun), terpaksa harus dilarikan ke Posko Solidaritas Petani di Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Ramin, petani asal desa Kunangan Jaya II, Batanghari, jatuh pingsan ketika sedang istirahat siang. Sedangkan Toyib, juga petani asal Kunangan Jaya II, terserang demam tinggi.

“Beliau itu sangat kecapekan. Maklum, kondisi cuaca hari ini sangat terik menyengat badan. Sudah begitu, mereka sudah 7 hari berjalan tanpa istirahat yang memadai,” kata Koordinator aksi, Andi Syaputra.

Dengan demikian, sudah ada tiga orang petani Jambi yang harus dirawat karena sakit. Menurut rencana, ketiga petani tersebut akan dibawa ke Rumah Sakit guna mendapatkan perawatan intensif.

Ngadiono, petani Kunangan Jaya II yang jatuh sakit kemarin, masih dirawat di posko Tanah Mas. Kabarnya, beliau menolak makan dan sekarang ini terbaring lemas di posko solidaritas.

Aksi long march petani Jambi ini sudah memasuki hari ke-7. Menurut perkiraan, paling telat mereka sampai Palembang, Ibukota Sumsel, siang besok. Sekarang ini petani masih berada di desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Menurut rencana, rombongan petani peserta long march ini akan menginap di posko solidaritas di desa Tanah Mas, kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Posko tersebut dirikan oleh rakyat miskin dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Menurut Ketua SRMI Sumsel, Eka Syahruddin, anggota SRMI Sumsel sedang mempersiapkan penyambutan di posko. Sejumlah ibu-ibu sudah mempersiapkan makanan untuk para petani.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut