Long March Petani Blitar Tiba Di Karawang

Derap langkah ratusan petani Blitar, Jawa Timur, yang sedang menggelar aksi jalan kaki (long march) dari Blitar ke Istana Negara, makin mendekati Jakarta. Minggu (27/1), aksi long-march petani Blitar sudah tiba di kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kedatangan para petani langsung disambut oleh 20-an pengurus Federasi Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), tokoh masyarakat, dan pengurus masjid. Karena hujan deras,  prosesi penyambutan pun berlangsung singkat. Setelah itu, petani dan aktivis FNPBI beristirahat di sebuah masjid di desa Jomin, Cikampek.

Namun, ruang masjid terlalu sempit untuk menampung petani. Akhirnya, sekitar pukul 23.00 WIB, petani ditawari menginap di sekretariat Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Lalu, para petani dan aktivis KASBI berjalan bersama menuju sekretariat KASBI di desa Dawuan Timur, Cikampek.

“Tadi kami disambut kawan-kawan KASBI. Rencananya, malam ini kami akan menginap di sekretariat mereka,” ujar Trianto, koordinator Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM), aliansi yang menaungi aksi long-march petani Blitar ini.

Menurut Trianto, selain menginap, petani juga akan menggelar diskusi dengan kaum buruh perihal persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat Indonesia, khususnya kaum tani dan buruh.

Aksi long-march petani Blitar sudah memasuki hari ke-17. Pada hari ke-17 ini, petani memulai aksinya dari kabupaten Subang, Jawa Barat.

Menurut Trianto, di sepanjang jalan, petani diguyur hujan deras. Meski begitu, petani tetap melangkahkan kakinya. Hujan deras pun berhasil diterobos.

“Hujan deras bukan rintangan bagi kami. Tekad kami sudah bulat untuk berjalan kaki hingga Istana Negara di Jakarta. Jadi, kami akan berupaya sekuat tenaga untuk menerobos segala rintangan hingga tujuan kami tercapai,” ujar Trianto.

Meski begitu, Trianto mengakui, kondisi fisik sejumlah petani agak menurun akibat diguyur hujan sepanjang hari. Sudah begitu, akibat kondisi logistik yang menipis, petani pun tak sempat makan siang.

“Kondisi logistik kami sudah sangat tipis. Sementara persediaan obat-obatan juga sudah sangat kurang,” ungkap Trianto.

Rencananya, pagi ini petani Blitar akan kembali melanjutkan aksinya. Mereka akan dikawal oleh aktivis KASBI.

Diperkirakan, petani Blitar ini akan menginjakkan kaki di Jakarta pada hari Rabu (30/1) lusa. Di Jakarta, petani akan mendatangi Istana Negara untuk menagih janji Presiden SBY terkait distribusi tanah seluas 8 juta hektar.

Tak hanya itu, petani juga akan mendesak pemerintahan SBY segera menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut