LMND Tikep Tolak Kehadiran PT Tidore Sejahtera

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD kota Tidore Kepulauan (Tikep), Senin (25/9/2017).

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional ini mengecam kehadiran PT Tidore Sejahtera di Akelamo, Kecamatan Oba Tengah, Kepulauan Tikep. Mereka menilai perusahaan asal Cina itu tidak jelas Memorandum Of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman kerjsamanya.

“Kita tidak tahu MOU antara pihak pemerintah daerah dengan pihak perusahaan. Tahu-tahu perusahaan ini sudah beroperasi selama 6 bulan,” kata Ketua LMND Tikep, Ariyanto M Ali, saat berorasi di tangga kantor DPRD Tikep.

Ariyanto menambahkan, lahan tempat PT Tidore Sejahtera juga belum jelas status pemilikannya. Sebelumnya tanah milik PMP atau milik Belanda, lalu diserahkan ke pemerintah.

“Banyak masyarakat yang puluhan tahun menggantungkan hidup di situ dengan bercocok tanah. Tiba-tiba tanamannya digusur tanpa ganti rugi,” jelasnya.

Dia menegaskan, kehadiran investasi asing seharusnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan malah menambah kesengsaraan dan kemiskinan.

Dia menambahkan, jika merujuk ke Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (UUPA), pemanfaatan tanah seharusnya untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan umum.

Belasan anggota LMND yang menggelar demonstrasi ini diajak berdialog dengan Komisi III DPRD Tikep. Mereka diterima langsung oleh Ketua Komisi III, Ratna Namsa.

Ratna berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Komisi II yang membidani soal pertanian.

“Kami akan menyampaikan ke Komisi terkait yang menangani ini,” katanya.

Untuk diketahui, PT Tidore Sejahtera merupakan perusahaan asal Cina yang mengolah kelapa genjah, padi gogo dan tanaman rica.

Alifan Kene

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut