LMND Palembang Gelar Mimbar Bebas Tolak Kenaikan BBM

Rencana pemerintahan Jokowi-JK yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat penentangan dari sejumlah mahasiswa di Palembang. Rabu (12/11), puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Palembang menggelar aksi mimbar bebas di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Koordinator Aksi, Derga Agung, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintahan Jokowi-JK merupakan agenda liberalisasi sektor energi di Indonesia. “kenaikan harga BBM akan memperjelas watak rejim baru Jokowi-JK yang tak lebih dari kelanjutan rejim neoliberal sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Agung bahwa kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari TRISAKTI yang sering didengung-dengungkan oleh Jokowi hanyalah isapan jempol belaka.

“Ditengah situasi keterjajahan ekonomi sebagai akar segala persoalan bangsa, justru tidak menjadi konsentrasi program rezim baru Jokowi-JK sebagai modal awal untuk membangun bangsa kedepan,” katanya.

Sementara itu,  Ketua LMND Palembang, Zulapri, mengatakan jika pemerintah akan tetap menaikkan harga BBM dan akan mencabut subsidi BBM dengan berbagai alasan pembenaran yang tidak masuk akal, maka kebijakan tersebut akan melemparkan rakyat pada jurang keterpurukan di tengah arus pasar yang sangat liberal.

“Jika persoalannya adalah lemahnya anggaran, kenapa tidak pakai cara lain yang tidak menyengsarakan Rakyat? Misalnya penangguhan hutang luar negeri sampai rakyat sejahtera, atau renegosiasi kontrak tambang yg menguntungkan Negara,” jelasnya.

Untuk itu, LMND Palembang dalam aksinya menolak kenaikan harga BBM  dan menuntut kepada pemerintah Jokowi-JK untuk menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut