Tuntut UKT Dicabut, BEM Universitas Lampung Gelar Aksi Freeze Mob

Puluhan aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung (BEM KBM Unila) menggelar aksi “freeze mob di lokasi bundaran air mancur kampus Unila.

Dijelaskan bahwa aksi “freeze mobini merupakan aksi protes dengan menggunakan topeng berwarna-warni sambil bergaya dan menonjolkan atribut aksi berupa poster-poster tuntutan, dan diiringi oleh lantunan lagu-lagu yang terdengar dari pengeras suara.

Presiden BEM KBM Unila, Ahmad Khaerudin Syam, mengatakan aksi ini merupakan aksi lanjutan dari rangkaian protes terhadap kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sangat memberatkan mahasiswa. “Ini aksi hari kedua setelah hari senin kemarin kami melakukan aksi simpatik penggalangan 5000 tanda tangan mahasiswa sebagai dukungan penolakan praktik kebijakan UKT yang mencekik ini.” katanya.

Ia menambahkan bahwa sejak awal BEM Unila sudah bersikap kritis pada kebijakan UKT. Berbagai diskusi publik telah diselenggarakan, posko pengaduan dan advokasi sudah dibuka dan sosialisasikan. Selain itu, mahasiswa juga telah menggelar aksi simpatik dengan menggalang koin untuk birokrasi Unila. “Ini karena praktik Uang Kuliah Tamak di Unila sampai di tahun kedua ini sudah terbukti kacau, penggolongan sangat acak-acakan banyak mahasiswa tak mampu harus menanggung beban biaya yang terbilang sangat besar dibanding kampus-kampus lainnya, ditambah tidak pernah ada upaya transparansi,” Ujarnya.

Sekretaris LMND Eksekutif Kota Bandar Lampung, Ricky Satriawan, yang juga turut menandatangani spanduk dukungan penolakan UKT mengatakan, bahwa Kebijakan UKT merupakan bentuk komersialisasi pendidikan. Menurutnya, pemerintah Indonesia saat ini  memang sedang gencar menerapkan liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi sektor pendidikan. Ia juga mengatakan bahwa UU Sisdiknas dan UU PT No.12 Tahun 2012 yang ditetapkan sebelumnya merupakan fondasi yang harus diruntuhkan jika ingin  mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Komersialisasi pendidikan seperti praktik UKT ini akan semakin menyiksa kehidupan rakyat, ditambah  jika harga BBM dinaikkan dan rangkaian praktik komersialisasi pendidikan terus dilakukan pemerintahan baru Jokowi-JK, maka angka kemiskinan yang diderita rakyat Indonesia akan semakin melonjak tinggi” jelasnya.

Devin

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut