LMND Makassar Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi di depan kampus Universitas 45 Makassar, Kamis (13/6). Mereka menolak rencana rezim SBY menaikkan harga BBM. (Foto: Enal)

Sudah tiga hari ini aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Makassar menggelar aksi massa menolak rencana rezim SBY menaikkan harga BBM.

Jika dua hari sebelumnya aktivis LMND menggelar aksinya di bawah jembatan Fly-over Tol Reformasi dan di kantor DPRD Sulsel, maka di aksi hari ketiga aktivis LMND meggelar aksinya di tiga komisariat kampus, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas 45 Makassar.

“Ini masih merupakan aksi pemanasan. Kami sengaja menggelarnya di tiga kampus secara serentak, yakni Unhas, UMI, dan Universitas 45 Makassar. Kami berharap, mahasiswa di tiga kampus tersebut juga bergerak untuk menolak kenaikan harga BBM,” kata Ketua LMND Makassar, Muhamad Asrul, di Makasar, Kamis (13/6).

Di depan kampus Universitas 45 Makassar, aktivis LMND sempat membakar ban bekas di pinggir jalan. Namun, supaya tidak mengganggu pengguna jalan, mereka pun memilih berorasi di pinggir jalan.

Sementara di depan UMI dan Unhas, aktivis LMND hanya menggelar mimbar bebas berisi seruan agar mahasiswa dan rakyat bersatu untuk menolak kenaikan harga BBM.

Menjelang sore hari, massa aksi LMND dari tiga kampus tersebut mulai berkumpul di depan Universitas 45 Makassar. Mereka menenteng spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kenaikan harga BBM dan seruan melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Butuh Gerakan Yang Terorganisir

Menurut Asrul, aksi massa menolak kenaikan harga BBM di kota Makassar dalam beberapa hari terakhir makin marak. Hanya saja, kata dia, aksi-aksi tersebut masih bersifat sporadis dan sering berakhir bentrok dengan aparat keamanan.

Bagi Asrul, model gerakan itu sangat gampang didiskreditkan dan diberi cap negarif. “Yang kita butuhkan saat ini adalah sebuah mobilisasi massa mahasiswa dalam skala besar. Bahkan, tidak cukup hanya menarik mahasiswa saja, rakyat banyak pun harus dilibatkan,” kata dia.

Karena itu, menurut Asrul, gerakan mahasiswa di Makassar perlu melakukan konsolidasi gerakan untuk menyusun agenda aksi bersama, merumuskan taktik perlawanan, dan mendiskusikan solusi-solusi programatik terkait penolakan kenaikan harga BBM.

Enal Mappatoba

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut