LIPI: Mayoritas Rakyat Masih Percaya Demokrasi

Proses konsolidasi demokrasi di Indonesia masih memberikan harapan. Hal itu ditunjukkan oleh besarnya dukungan rakyat terhadap sistem demokrasi. Dukungan rakyat itulah yang akan menjadi basis membangun demokrasi kedepan.

Hasil jajak-pendapat Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) memperkuat fakta tersebut. Disebutkan, sebanyak 70% responden menganggap demokrasi sebagai sistem politik yang baik.

Bahkan, ada 79% responden yang cenderung menganggap demokrasi lebih baik dibanding sistim manapun. Dengan demikian, proyek demokrasi di Indonesia bisa diperkuat oleh adanya dukungan popular.

Angka itu memang masih di bawah angka-angka negara yang sudah dianggap mapan demokrasinya. Temuan World Value Survey menyebutkan, rata-rata dukungan demokrasi di negara mapan mencapai 84%.

“Ini bisa menjadi modal untuk konsolidasi demokrasi di Indonesia. Sebab, demokrasi itu memang membutuhkan consensus,” kata ketua tim penelitian P2P LIPI, Wawan Ichwanuddin, saat mempresentasikan hasil jajak-pendapat P2P LIPI di ruangan seminar Gedung PDII LIPI, Jakarta, Kamis (11/10).

Meski demikian, jajak-pendapat P2P LIPI juga menemukan fakta menarik soal respon rakyat terhadap praktek demokrasi. Antara lain, ada 53,3% responden yang menganggap minoritas dirugikan dalam demokrasi.

Ada 50,4% responden beranggapan bahwa sistem demokrasi membuat pembangunan ekonomi sulit dilaksanakan. Yang lainnya, 49,9% responden menganggap demokrasi cenderung menghasilkan konflik di tengah rakyat. Lalu, ada 35,2% responden yang menganggap demokrasi  bertolak-belakang dengan tradisi/nilai masyarakat Indonesia.

Pengamat politik dari Rajawali Foundation, Nico Harjanto, mengatakan, dukungan rakyat terhadap demokrasi memang bisa menjadi modal untuk konsolidasi demokrasi.

Tetapi hal itu belumlah cukup. Nico Harjato mengatakan, proses konsolidasi demokrasi juga butuh dua syarat pokok, yakni adanya toleransi dan pengakuan terhadap pluralisme gagasan. “Kalau tak ada dua syarat ini, maka demokrasi sulit hadir,” tegasnya.

Survei LIPI ini dilakukan secara nasional, dengan sampel sebanyak 1700 orang yang dipilih secara acak bertingkat (multi-stage random sampling). Proses pengumpulan data dilakukan pada 25 Juni 2012 hingga 10 Juli 2012. Diperkirakan, margin of error survei ini sebesar +/-2,38%.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut