Kuba Peringati 57 Tahun Revolusi

Tanggal 1 Januari 1959 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Kuba. Hari itu rezim diktator Fulgencio Batista, yang disokong habis-habisan oleh Amerika Serikat, berhasil digulingkan oleh kekuatan revolusioner yang dipimpin oleh Fidel Castro.

Hari ini Revolusi Kuba sudah berusia 57 tahun. Ada banyak kegiatan yang digelar untuk mengenang peristiwa sangat bersejarah itu. Awalnya dibuka dengan tembakan meriam sebanyak 21 kali dari benteng San Carlos de la Cabaña, Havana, untuk menghormati para martir dan revolusioner Kuba.

Selain itu, ada pertunjunkan balet oleh pebalet pertama Kuba, Alicia Alonso, bersama dengan anggota Balet Nasional Kuba (NBC), di Havana Gran Theater Alicia Alonso. Mereka akan mementaskan adegan kedua dari “Swan Lake” karya dua orang Rusia, Lev Ivanov danPyotr Illich Tchaikovsky. Disamping itu, NBC juga akan mementaskanTríptico Clásico.

Bagi rakyat Kuba, 1 Januari 1959 menandai akhir dari kediktatoran Fulgencio Batista sekaligus dimulainya perubahan radikal yang mengubah susunan ekonomi, politik, sosial, dan budaya Kuba.

Selama rentang waktu 57 tahun, revolusi Kuba telah mencapai banyak hal yang mengagungkan, seperti pengurangan kemiskinan, memerangi kesenjangan ekonomi, memajukan pendidikan, menyediakan layanan kesehatan terbaik, kesetaraan gender, dan lain-lain.

Di bidang pendidikan, Kuba merupakan negara paling sukses memerangi buta huruf. Menurut laporan PBB, 100 persen orang Kuba yang berusia 17-24 sudah terbebas dari buta-huruf. Sedangkan melek huruf untuk orang dewasa (15+) mencapai 99,8%. Kuba berada di peringkat 10 dari 125 negara untuk tingkat melek huruf orang dewasa.

Kemudian, menurut UNESCO, hingga tahun 2011, 99 persen anak di Kuba berhasil menuntaskan pendidikan Sekolah Dasar mereka.  Dan, pada tahun yang sama, jumlah anak-anak yang terdaftar di sekolah pra-SD mencapai 104 persen.

Sukses besar juga diraih Kuba di sektor kesehatan. Kuba menjadi negara pertama di dunia yang menghapuskan penularan virus HIV dan Sipilis dari ibu ke anak. Kuba juga memiliki angka kematian bayi terendah di dunia.

Sukses kesehatan Kuba, yang melayani seluruh rakyat Kuba secara gratis, berhasil menempatkan Angka Harapan Hidup orang-orang Kuba hampir sama dengan negara-negara maju di Eropa. Bahkan mengungguli Angka Harapan Hidup Amerika Serikat.

Sukses lain Kuba ada di bidang pertanian. Kuba mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis pertanian organik dan ekologis. Sebagian besar pertanian Kuba dikelola oleh koperasi-koperasi rakyat. Selain itu, Kuba juga sukses mengembangkan pertanian kota atau sering disebut organoponicos.

Dalam urusan kesetaraan gender, Kuba juga terbilang sangat sukses. Sejak revolusi berkobar, perempuan sudah ambil bagian di dalamnya. Begitu negara revolusioner berdiri, kaum perempuan menempati jabatan-jabatan penting. Perempuan Kuba punya organisasi nasional bernama Federasi Perempuan Kuba (FMC). Keterwakilan perempuan Kuba di parlemen (Majelis Nasional) terbilang tertinggi di dunia, yakni 48,86 persen.

Yang menarik, semua sukses besar itu diraih kendati Kuba terus-menerus dibawah agresi dan blokade ekonomi oleh Amerika Serikat. Disamping itu, setelah runtuhnya Uni Soviet, boleh dikatakan Kuba benar-benar berdiri di kakinya sendiri (berdikari).

Memang, sejak Desember 2013 lalu, Kuba dan Amerika Serikat mulai membuka kembali hubungan diplomatiknya. Dan pada bulan Juli 2014, kedua negara berseteru selama hampir seabad ini sudah membuka kantor kedutaan besarnya.

Sekarang ini, yang jadi ganjalan tinggal soal blokade/embargo ekonomi dan penjara Guantanamo. Pemerintah Kuba getol mendesak pemerintahan Obama untuk segera mencabut embargo mereka terhadap Kuba dan menutup penjara Guantanamo.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut