Kronologis Penggusuran Warga SAD Oleh PT. Asiatic Persada (Malaysia)

Jambi.jpg

Berikut ini adalah kronologis penggusuran dan pengusiran terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) di dusun Padang Salak dan Pinang Tinggi, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi.

Proses penggusuran ini dilakukan oleh PT. Asiatic Persada, anak perusahaan Wilmar Group asal Malaysia. Penggusuran dilakukan dengan dukungan ribuan pasukan gabungan TNI, Brimob/POLRI, dan Security PT. Asiatic:

Tanggal 7 Desember 2013:

Pukul 09.00 WIB warga melaporkan kan kepada aktivis Serikat Tani Nasional (STN) terkait adanya penggusuran rumah warga SAD di dusun Padang Salak, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari;Mendapat laporan itu, dua aktivis STN (Eko Purwanto dan Sugiono) mendatangi lokasi kejadian. Keduanya langsung menuju rumah salah seorang warga bernama Sadeli. Keduanya tiba saat proses penggusuran sedang berlangsung;Saat itu, Eko menanyakan perihal penggusuran tersebut. Namun pihak kepala Security PT. Asiatic Persada, Dominggus, menjawab: seluruh warga SAD harus meninggalkan tiga dusun yang selama ini mereka huni: Padang Salak, Pinang Tinggi, dan Tanah Menang.
Pukul 10.00 WIB Warga SAD sebanyak 70-an orang, termasuk perempuan dan anak-anak, berusaha untuk mempertahankan tanah dan rumah mereka.Tiba-tiba pasukan penggusur (TNI, Polri, dan Security) datang dan menyerang. Eko Purwanto, aktivis STN yang berada bersama warga, langsung dipukul menggunakan botol bekas bir. Beruntung, pukulan itu berhasil ditampik dengan tangan kiri. Akibatnya, tangan kiri Eko terluka dan remuk;Tak hanya itu, Eko dipukuli oleh Security PT. Asiatic. HP, handy talky, dan Jam tangan dirampas oleh security PT. Asiatic. Seorang warga bernama Angga juga dipukuli, diseret, dan ‘dibawa’ oleh anggota TNI.Sementara warga terus melakukan perlawanan. Namun, pihak TNI dan Polisi membalasnya dengan rentetan tembakan. Tak hanya itu, ratusan Security bersenjata tajam mengejar warga hingga ke tengah hutan.

Sementara sejumlah security lainnya merobohkan rumah warga di lokasi. Saat itu, pihak Security merampas uang dan barang-barang berharga milik warga (rokok di warung, minuman kaleng, laptop, TV, dll).

Bahkan, ada anggota TNI yang menembaki binatang peliharaan warga, seperti ayam dan anjing.

Beberapa warga yang berusaha merekam kejadian diintimidasi dan diteror. HP-nya dirampas oleh security dan aparat keamanan. Anggota TNI mengancam: “siapa yang merekam, akan dibunuh.”

Ibu-ibu yang berusaha mempertahankan harta benda diseret-seret hingga keluar dari rumahnya oleh Security PT. Asiatic Persada.

Warga kemudian memilih untuk mundur ke perkampungan lainnya yang belum digusur oleh PT. Asiatic Persada.

Pukul 13.00 WIB Hampir semua bangunan warga milik SAD di dusun Padang Salak, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, sudah diratakan dengan tanah.Sebagian besar warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, meninggalkan lokasi/dusun dengan tangis dan menjerit-jerit.

Tanggal 8 Desember 2013

Pukul 08.00 WIB Dua orang warga bernama Budi Hartono (36 tahun) dan Angga Paimin (33 th) ditangkap di dusun Johor Baru. Saat itu keduanya sedang menyantap sarapan pagi. Tiba-tiba polisi yang mengaku intel Polsek Bajubang menghampiri dan menangkap korban;
Pukul 10.00 WIB Warga yang mencoba kembali ke dusun dan berusaha menyelamatkan harta-benda menyaksikan proses penggusuran dan penghancuran rumah warga masih berlangsung.
Pukul 13.30 WIB Seorang warga SAD bernama Senen (65 th) ditangkap di rumah saudaranya di Unit X Sungai Bahar. Saat penangkapan berlangsung, Polisi melepaskan rentetan tembakan. Senen kemudian dibawa ke mobil polisi.Warga di sekitar lokasi kejadian berlarian karena ketakutan dengan suara tembakan.

Tanggal 10 Desember 2013

Pukul 10.00 WIB Sebanyak 500-an pasukan gabungan TNI, Brimob/Polri, dan security PT. Asiatic kembali melakukan penggusuran di dusun Pinang Tinggi, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari;Proses penggusuran dimulai dari rumah-rumah keluarga Norman. Ada sekitar 45 rumah yang dibongkar. Saat itu, karena ketakutan, warga tidak bisa berbuat apa-apa.Semua warga yang memegang Ponsel (HP) dilarang merekam kejadian. Dua orang warga, Meldy (32 th) dan Son (25 th), dipukuli karena berusaha merekam kejadian. Hp keduanya dirampas.
Pukul 12.00 WIB Pasukan gabungan TNI, Polisi, dan Security PT. Asiatic melanjutkan penggusuran di rumah keluarga Ibu Hanimah. Ada 25-an rumah yang dihancurkan.Pada saat penggusuran, warga dan anak-anak berlarian dan menangis histeris.
Pukul 13.00 WIB Pasukan gabungan TNI, Polisi dan Security PT. Asiatic melanjutkan penggusuran di keluarga Bani. Ada puluhan rumah yang dibongkar dan dihancurkan.Di sini warga juga ketakutan dan histeris menyaksikan penghancuran terhadap rumah-rumah mereka.
Pukul 14.00 WIB Pasukan penggusuran melanjutkan penggusuran di rumah keluarga Idris Kuris (Beloncok) di dusun Terawang, desa Bungku, kecamatan Bajubang, Batanghari. Ada puluhan rumah yang dihancurkan dan dibongkar.

# Hingga kronologis ini ditulis, proses penggusuran dan pengusiran terhadap warga SAD masih berlangsung.

Hady Yatullah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut