Korban Merapi Sudah Mencapai 78 Orang

Data sementara Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta menyebutkan jumlah korban tewas akibat letusan Merapi sudah mencapai 78 orang. Sedangkan 77 orang dinyatakan masih dirawat intensif karena luka-luka.

Dengan demikian, total korban jiwa sejak letusan merapi tangal 26 oktober lalu sudah mencapai 123 orang.

Humas RS Sardjito Yogyakarta Heru Nugroho mengatakan kepada wartawan bahwa dari keseluruhan jumlah korban tersebut, baru sembilan orang yang berhasil teridentifikasi, diantaranya,  Edi Siantoro, Ponco Hardi, Suroso, Adi Saputro, Yeni Pertina Ekasari.

Selain itu, seorang korban juga diidentifikasi sebagai anggota kepolisian, yaitu Brigadir Roslani, yang sepertinya bertempat tinggal di lokasi bencana. Namun pihak RS Sardjito belum bisa memastikan nasib istri dan anak dari brigadir Polisi tersebut.

Jumlah korban tewas ataupun luka diperkirakan masih akan bertambah, mengingat beberapa lokasi yang terkena letusan merapi belum tersentuh oleh tim evakuasi.

Kondisi Pengungsi

Stadion Maguwoharjo, Depok Sleman, penuh sesak dengan penuh sesak dengan pengungsi. Mereka tidur dengan alas dan penerangan yang seadanya.

Koresponden Berdikari Online melaporkan bahwa para pengungsi di tempat itu sangat membutuhkan pakaian. Ketika bantuan berupa pakaian bekas datang, para pengungsi kelihatan berebut pakaian yang masih layak pakai.

Pakaian memang menjadi kebutuhan pengungsi saat ini. Maklum, ketika letusan merapi terjadi, mereka tidak bisa membawa apa-apa kecuali pakaian yang menempel di badan.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jogjakarta turut memberikan bantuan kepada para pengungsi. Beberapa posko khusus obat-obatan dari sejumlah universitas berdiri di lokasi pengungsian, yang menyediakan masker dan obat-obat yang dibutuhkan pengungsi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut